Selalu Kerja Keras tapi Tak Bahagia, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Mengapa semua kerja keras itu tak membuat Anda bahagia?

Suara.Com
Rima Sekarani Imamun Nissa | Kintan Sekarwangi
Selalu Kerja Keras tapi Tak Bahagia, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Ilustrasi bekerja, menjadi orang yang produktif, produktivitas. [Shutterstock]

Suara.com - Semakin berumur, semakin banyak beban hidup yang harus ditanggung. Salah satunya, harus bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun bagaimana jika sudah kerja keras bagai kuda tapi tak bahagia? Mungkin ada hal tertentu yang jadi penyebab tak bahagia itu.

Biasaya karena keadaan dan tuntutan hidup, kita rela menerima dan melakoni pekerjaan apa saja. Namun, pasti akan ada satu titik di mana Anda merasa tak bahagia walaupun sudah mengerahkan segala pikiran dan tenaga untuk kerja keras.

Apalagi yang kini sudah memasuki usia 25-an atau 30-an awal. Barang kali ada perasaan hampa yang kadang muncul dan membuat kita merasa tak pernah mendapat kepuasaan batin.

Secara tidak langsung, fase hidup seperti itu akan membuat diri kita stres. Kika sudah seperti ini, sebaiknya mencari tahu penyebab tak bahagia walau sudah kerja keras sehingga dapat diatasi dengan cara yang tepat.

Cara usir kantuk saat bekerja (Shutterstock)
Cara usir kantuk saat bekerja (Shutterstock)

1. Kerja karena terpaksa atau tuntutan keadaan

Mungkin karena tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginan atau bisa jadi karena membanding-bandingkan kesuksesan diri dengan teman-teman lain yang tampak lebih sukses.

Melakoni pekerjaan karena terpaksa atau tuntutan keadaan membuat kita harus jungkir balik kerja. Ironisnya, kita hanya akan mendapatkan capek badan dan pikiran, tapi tidak mendapatkan kepuasaan batin.

Memang mencari pekerjaan baru menjadi salah satu solusinya. Hanya saja meninggalkan pekerjaan lama dan mendapatkan pekerjaan baru sesuai passion itu tetap saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Ilustrasi perempuan bekerja
Ilustrasi perempuan bekerja

2. Tak bisa berkembang

Selalu bekerja monoton setiap hari. Parahnya lagi, tidak ada kesempatan untuk berkembang. Kondisi ini tentu rawan menimbulkan rasa tidak pernah puas atau tidak bahagia dalam bekerja.

Jika ingin bisa lebih bahagia, mungkin Anda harus mencari kesempatan untuk membuat pencapaian atau prestasi yang bisa menampung kebutuhan untuk berkembang.

3. Tak mendapatkan apresiasi

Persaingan di dalam dunia kerja semakin berat dari waktu ke waktu. Belum ditambah dengan kelakuan rekan kerja yang bermain curang atau menghalalkan segala cara untuk cari muka.

Namun apabila selama ini hasil kerja keras tidak pernah mendapatkan apresiasi layak, pasti ada rasa kecewa yang luar biasa. Jadi perasaan tersebut yang kadang membuat diri ini jadi tak bisa bahagia meski sudah kerja keras.

4. Keras kepala

Penyebab tak bahagia walau sudah kerja keras berikutnya adalah watak keras kepala. Bukan keras kepala terhadap orang lain, melainkan kepada diri sendiri. Kita sering terbebani dengan kekurangan, kesalahan, dan hambatan kita daripada fokus dengan kesuksesan target yang ingin dicapai.

Padahal jika terlalu keras terhadap diri sendiri, itu bisa menguras pikiran dan tubuh kita. Dampaknya bisa menghambat produktivitas dan menganggu kondisi kesehatan hingga memicu mekanisme inflamasi yang mengarah pada penyakit kronis dan penuaan dini.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini