Tak Sembarangan, 4 Trik Menikmati Keelokan Cenderawasih di Tambrauw

Burung langka dengan sejuta pesona.

Suara.Com
Rendy Adrikni Sadikin | Aditya Prasanda
Tak Sembarangan, 4 Trik Menikmati Keelokan Cenderawasih di Tambrauw
Seekor burung cenderawasih sedang bertengger di atas dahan pohon. [Shutterstock]

Suara.com - Hari ini, tak mudah melihat keberadaan burung cenderawasih sekalipun menyisir habitat mereka di pedalaman hutan Tambrauw, Papua Barat.

Menikmati keelokan paras burung nan puspa warna tersebut konon membutuhkan trik khusus sebab cenderawasih dikenal sebagai burung yang sangat sensitif dengan keberadaan manusia.

Lantas apa yang bisa kita lakukan untuk menikmati cantiknya rupa dan nyanyian sang cenderawasih? Berikut 4 trik menyimak keberadaan cenderawasih versi Suara.com yang dihimpun dari berbagai sumber.

Bersembunyilah di balik pohon

Dikenal sebagai burung dengan penglihatan yang begitu tajam, cenderawasih sanggup mengetahui keberadaan manusia dari tempat ia bertengger maupun mengudara.

Lantas, agar keberadaan kita tak terendus, bersembunyilah di balik pepohonan.

Selain itu, gunakan baju berwarna gelap macam kaus hitam, cokelat dan hijau tua yang akan memperhalus penyamaran dan membuat kita menyaru dengan alam sekitar.

(Wikimedia Commons Doug Janson)
(Wikimedia Commons Doug Janson)

Tidak boleh mandi

Tak hanya memiliki penglihatan yang tajam, cenderawasih juga dibekali dengan indra penciuman yang begitu kuat. Burung ini bahkan sanggup mencium aroma wewangian dari tubuh manusia.

Maka, sangat disarankan tidak mandi dan menggunakan parfum, jika ingin menyimak pesona si cantik cenderawasih secara diam-diam.

Tetaplah senyap, jangan berisik

Tak hanya aroma dan keberadaan kita yang harus dicermati, untuk dapat menyimak keberadaan cenderawasih, sangat disarankan untuk tidak berisik dan menjaga keadaan sesenyap mungkin.

Burung langka ini juga memiliki pendengaran yang sama tajamnya dengan penglihatannya.

Persiapkan mental, fisik dan kesabaran sebaik mungkin

Tak mudah memang untuk dapat menyimak keberadaan cenderawasih.

Kita harus rela bangun pagi buta sebab cenderawasih hanya akan bertengger di pepohonan sekitar pukul 06.00 hingga 09.00 WITA.

Selepasnya, cenderawasih akan terbang mencari makan dan kembali lagi ke sarang mereka pada sore hingga malam hari.

Sementara itu, medan tak terduga di pedalaman Tambrauw, juga mengharuskan kita berkompromi dengan keadaan sekitar agar dapat menyimak geliat dan nyanyian sang cenderawasih.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini