Tak Lazim, 3 Desa Unik di Jepang Ini Dihuni Ribuan Kucing hingga Boneka

Desa unik dengan keragaman yang tak biasa.

Suara.Com
Dany Garjito | Aditya Prasanda
Tak Lazim, 3 Desa Unik di Jepang Ini Dihuni Ribuan Kucing hingga Boneka
(Wikimedia Commons Japanese User)

Suara.com - Jepang tak hanya melulu tentang deretan kota sibuk dengan aneka pusat perbelanjaan serta teknologi terdepan.

Ada begitu banyak aset wisata di Negeri Matahari Terbit nan wajib ditelisik. Dari kuil-kuil tradisional nya nan megah, lanskap alamnya nan menawan hingga desa-desa unik dengan penghuni yang tak lazim.

Tiga di antara desa unik di Jepang tersebut Suara.com himpun di sini. Apa saja?

Desa boneka Nagoro

Di barat pegunungan Jepang, jalanan desa kecil Nagoro begitu sempit dan sunyi.

Di sekeliling desa ini, kita akan melihat boneka seukuran manusia, terpatri di sepanjang jalan.

Boneka-boneka tersebut sengaja diciptakan warga setempat yang mayoritas berusia senja, kesepian dan tengah menghabiskan masa tua.

Nagoro, desa yang bertempat 550 kilometer di barat daya Tokyo ini dikenal sebagai lembah boneka.

Hanya dijalankan sekitar 27 orang penduduk, Desa Nagoro mayoritas dihuni boneka yang total hari ini mencapai sekitar 270 boneka.

(Youtube Michael Toppa)
(Youtube Michael Toppa)

Boneka-boneka tersebut pertama kali dibuat sekitar medio 2002, oleh Ayano, seorang warga yang merancang orang-orangan sawah pengusir burung untuk membantu ayahnya bertani.

(Youtube Michael Toppa)
(Youtube Michael Toppa)

Seorang warga lain yang tertarik dengan boneka berpakaian lengkap layaknya manusia tersebut lantas mengusulkan untuk memperbanyak boneka agar desa tak terlihat sepi.

Untuk membuat boneka-boneka tersebut, Ayano membutuhkan waktu hingga tiga hari. Ia menambahkan efek kuas merah pada pipi bonekanya agar terkesan kian hidup dan menarik.

Kini, bak penduduk setempat, desa ini dapat ditemukan nyaris di setiap sudut desa. Di ruang kelas sekolah, di pos kamling, di pinggi jembatan, hingga di depan toko warga.

Desa rubah di Miyagi

Membentang di Gunung Zao, prefektur Miyagi, Jepang, desa Zao Kitsune Mura dihuni ratusan ekor rubah dari enam spesies yang berbeda.

Sebab dihuni begitu banyak rubah, desa ini juga dijuluki sebagai Zao Fox Village.

Desa Rubah di Jepang (Google Maps)
Desa Rubah di Jepang (Google Maps)

Tak hanya berkunjung, para wisatawan yang menyambangi desa ini juga diperkenankan memberi rubah-rubah tersebut makanan, mengelus dan menggendong mereka.

Selain Zao Fox Village, deretan destinasi wisata berikut juga dihuni mayoritas hewan yang jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan di seluruh dunia.

Desa kucing di Tashirojima dan Ainoshima

(Wikimedia Commons Japanese User)
(Wikimedia Commons Japanese User)

Bagi penduduk Tashirojima dan Ainoshima, kucing merupakan perlambang keberuntungan.

Tak heran di pulau ini kita dapat melihat ribuan kucing memadati setiap sudut pulau bahkan memiliki populasi yang jauh lebih banyak ketimbang manusia.

Selain sebab 'didewakan', populasi kucing di pulau Tashirojima berkembang pesat karena para predator alami kucing tak diizinkan berkeliaran di pulau ini.

Tak heran, pulau Tashirojima dan Ainoshima disambangi wisatawan dari seantero dunia yang berusaha melunasi rasa penasaran mereka terkait keberadaan ribuan kucing-kucing tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini