Chernobyl dan 4 Destinasi Paling Suram di Muka Bumi

Destinasi paling suram dan mencekam di dunia.

Suara.Com
Dany Garjito
Chernobyl dan 4 Destinasi Paling Suram di Muka Bumi
Sisa-sisa tragedi Chernobyl. (Shutterstock)

Suara.com - Nama pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl kembali terangkat pamornya usai HBO merilis mini seri Chernobyl.

Mini seri Chernobyl menjadi salah satu serial TV dengan peringkat tinggi.

Berdasarkan Internet Movie Database (IMDb), Chernobyl mendapat rating 9,6. Sementara di bawahnya ada Breaking Bad (9,5), dan Game of Thrones (9,4), seperti dikutip dari IMDb, Kamis (20/06/2019).

Chernobyl mengisahkan sejarah suram salah satu bencana terbesar dalam sejarah. Tak pelak, kini Chernobyl menyisakan kawasan zona merah akibat radiasi yang masih membekas.

Meskipun menjadi destinasi suram, Chernobyl kini justru dikunjungi banyak turis. Kepopuleran mini seri Chernobyl sedikit banyak disebut-sebut menjadi pemicunya.

Lalu selain Chernobyl, di mana saja destinasi paling suram di dunia?

Berikut empat destinasi paling suram di dunia!

Desa Boneka Nagoro

Destinasi paling suram yang pertama ada Desa Boneka Nagoro.

Di barat pegunungan Jepang, jalanan desa kecil Nagoro begitu sempit dan sunyi.

Di sekeliling desa ini, kita akan melihat boneka seukuran manusia, terpatri di sepanjang jalan.

Boneka-boneka tersebut sengaja diciptakan warga setempat yang mayoritas berusia senja, kesepian dan tengah menghabiskan masa tua.

Nagoro, desa yang bertempat 550 kilometer di barat daya Tokyo ini dikenal sebagai lembah boneka.

Hanya dijalankan sekitar 27 orang penduduk, Desa Nagoro mayoritas dihuni boneka yang total hari ini mencapai sekitar 270 boneka.

(Youtube Michael Toppa)
(Youtube Michael Toppa)

Boneka-boneka tersebut pertama kali dibuat sekitar medio 2002, oleh Ayano, seorang warga yang merancang orang-orangan sawah pengusir burung untuk membantu ayahnya bertani.

(Youtube Michael Toppa)
(Youtube Michael Toppa)

Seorang warga lain yang tertarik dengan boneka berpakaian lengkap layaknya manusia tersebut lantas mengusulkan untuk memperbanyak boneka agar desa tak terlihat sepi.

Untuk membuat boneka-boneka tersebut, Ayano membutuhkan waktu hingga tiga hari. Ia menambahkan efek kuas merah pada pipi bonekanya agar terkesan kian hidup dan menarik.

Kini, bak penduduk setempat, desa ini dapat ditemukan nyaris di setiap sudut desa. Di ruang kelas sekolah, di pos kamling, di pinggi jembatan, hingga di depan toko warga.

Scott's Hut

Tahun 1911 British Antarctic Expedition memulai penjelajahan kutub selatan. Ekspedisi ini dipimpin oleh Robert Falcon Scott.

Sayangnya, Scott dan timnya tewas dalam ekspedisi tersebut di tahun 1912.

Lalu pada tahun 1956, tenda Scott ditemukan dalam kondisi utuh setelah terkubur es kutub selatan.

Scott's Hut pun masih ada sampai sekarang.

Pegunungan Kleiner Gleichberg

Pegunungan Kleiner Gleichberg berlokasi di Thuringia, Jerman.

Bagi Anda yang suka destinasi suram, Pegunungan Kleiner Gleichberg menjadi opsi yang tepat.

Datanglah saat musim dingin, dan bersiaplah untuk merinding ngeri.

Rumah Sakit Jiwa Forest Haven

Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit. (Shutterstock)

Rumah Sakit Jiwa Forest Haven juga menjadi salah satu destinasi paling suram di dunia.

Apalagi rumah sakit jiwa yang berada di Maryland, Amerika Serikat ini sudah tutup pada tahun 1960.

Nah, itulah empat destinasi paling suram di dunia!

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini