Bongkar Pelayanan Buruk di Kantornya, Walikota Pura-Pura Jadi Orang Lumpuh

Sang walikota ingin melihat secara langsung perlakuan pegawainya kepada orang berkebutuhan khusus.

Suara.Com
Vania Rossa | Risna Halidi
Bongkar Pelayanan Buruk di Kantornya, Walikota Pura-Pura Jadi Orang Lumpuh
Ilustrasi kursi roda. (Pixabay/reidy68)

Suara.com - Seorang walikota di negara Meksiko menyamar menjadi orang lumpuh yang membutuhkan bantuan. Hal tersebut dilakukan untuk menguji sikap pegawai negeri setempat secara langsung terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Sebelumnya, Carlos Tena, Walikota Cuauhtémoc, menerima sejumlah aduan dari warganya yang berkebutuhan khusus.

Banyak dari mereka mengaku diperlakukan semena-mena oleh oknum pekerja sosial.

Tena kemudian menghabiskan dua bulan menyusun skema penyamaran, persis seperti apa yang dilakukan Atta Halilintar dan Baim Wong di Youtube.

Berbeda dengan Atta dan Baim yang pura-pura jadi orang susah, Tena menyamar menjadi orang lumpuh. Ia kemudian datang mengunjungi Kantor Walikota dan Dinas Sosial sembari mengaku membutuhkan bantuan.

Mengenakan sweater tebal yang menutupi sebagian wajah sekaligus topi abu-abu, kacamata hitam dan perban di telinga kiri, Carlos Tena masuk ke Direktorat Pembangunan Sosial dalam sebuah kursi roda, mencari bantuan.

Dia kemudian meminta makanan gratis, sesuatu yang menurut hukum merupakan hak bagi 'orang cacat' seperti Tena. Tetapi ia diabaikan dan bahkan didiskriminasi.

Setelah pengalaman buruk di Direktorat, Tena mengunjungi kantornya sendiri meminta untuk berbicara dengan walikota, tetapi ia diberitahu bahwa 'walikota' tidak ada.

Ketika dia meminta untuk berbicara dengan Sekretaris Dewan Kota, dia disuruh menunggu di lorong selama satu setengah jam lagi.

Pada saat itu, Tena yakin bahwa pengaduan yang diterimanya benar-benar ada. Ia memutuskan membongkar penyamaran dan membuat seluruh staf Balai Kota terkaget-kaget.

"Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menunjukkan realitas yang dialami warga setiap hari, ketidakpedulian dan pengabaian yang mereka hadapi dari pegawai negeri," kata walikota Cuauhtémoc kepada wartawan setempat, seperti dikutip dari Oddity Central.

"Saya memutuskan untuk melakukannya karena saya tidak tahu siapa yang harus dipercaya, warga atau rekan kerja saya," tambahnya.

Surat kabar Meksiko El Vocero melaporkan bahwa Tena telah lama dikenal memperjuangkan perlakuan yang sama terhadap kelompok kurang beruntung secara sosial.

Tena mengatakan kepada media Meksiko bahwa ia diabaikan dan didiskriminasi, hal itu membuatnya merasa kecewa pada beberapa rekannya. Dia menambahkan bahwa tidak semua orang melalukan diskriminasi, tetapi hal ini membuatnya memutuskan untuk mengambil langkah drastis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini