Pawai Kemerdekaan, Marching Band Taruna AAU Sampai Jungkir Balik!

Aksi jungkir balik dilakukan untuk memeriahkan pawai Hari Kemerdekaan Indonesia di Malioboro, Yogyakarta.

Suara.Com
M. Reza Sulaiman
Pawai Kemerdekaan, Marching Band Taruna AAU Sampai Jungkir Balik!
Taruna AAU jungkir balik saat pawai kemerdekaan di Yogyakarta. (Suara.com/yvestaputu)

Suara.com - Pawai pembangunan memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ke 74 Republik Indonesia di kawasan Nol Kilometer, Minggu (18/8/2019) sore. Pawai yang diikuti oleh puluhan kontingen ini melintasi Malioboro sebagai pusat wisata Kota Yogyakarta.

Marching Band Akademi Angkatan Udara yang dikenal dengan nama “Gita Dirgantara” membuka aksi Pawai Pembangunan 2019. Aksi atraktif para Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) ini memukau pengunjung yang berjejal dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Alun-alun Utara. Para taruna memperlihatkan atraksi mereka membawa sejumlah alat musik sembari salto.

Letnan Kolonel Penerbang Anton Palaguna, selaku Komandan Kontingen Gita Dirgantara ingin menunjukkan spirit bagi anak muda Yogyakarta dalam koreografi Marching Band ini.

Membawa 200 personil Taruna AAU dari tingkat 3 dan 4, Gita Dirgantara merupakan salah satu konten wisata yang diminati masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan.

"Terbukti masyarakat mengejar iring-iringan marching band ini hingga ke garis finish agar bisa berfoto dengan para taruna. kami membebaskan masyarakat berfoto dan selfi dengan para personil ini agar mereka semakin dekat dengan TNI angkatan udara," paparnya.

Menurutnya, suatu kebanggaan bagi Gita Dirgantara bisa hadir di acara yang diselenggarakan pemerintah Kota Yogyakarta. Selain menjadi lebih dekat dengan masyarakat, mereka ingin menunjukkan kepada generasi muda bahwa keindahan ini adalah hasil dari sebuah proses perjuangan yang panjang dan latihan yang tekun.

Demi kelancaran peserta pawai dan kenyamanan penonton yang menyaksikan pertunjukan, kawasan perbelanjaan terpadat Kota Yogyakarta ini ditutup dari segala jenis kendaraan bermotor dan angkutan umum sejak pukul 15.00 WIB.

Sementara Yani, warga Krapyak, Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta sudah sejak pukul 14:30 sampai di kawasan Nol Kilometer. Bersama dua orang sahabatnya perempuan 46 tahun ini sengaja datang lebih awal agar dapat menyaksikan dari barisan depan.

"Hampir setiap tahun selalu menyaksikan pawai 17-an seperti ini, biasa sampai malam," ungkapnya.

Menurutnya, Malioboro sekarang bertambah marak. Mulai dari kesenian, pawai dan lainnya.

"Jadi tidak terlalu berdesakan kalau nonton pawai seperti ini," ujarnya.

Mengaku ingin lebih dekat dengan Marching Band AAU, Yani malu-malu meminta foto dengan anggota pawai dari AAU di tempat finish Alun-alun Utara, Keraton Yogyakarta.

"Ya kulo wani-wanikke, isin jane wong wes tuwa (ya saya berani-beranikan, sebenarnya malu karena sudah tua - red)," ungkapnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini