Ternyata Ini Alasan Botol Yakult Berukuran Kecil, Sudah Tahu?

Perusahaan asal Jepang itu mengungkapkan alasan di balik botol ukuran kecil mereka.

Suara.Com
Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati
Ternyata Ini Alasan Botol Yakult Berukuran Kecil, Sudah Tahu?
Ilustrasi Yakult (Wikimedia Commons)

Suara.com - Nama Yakult, produk minuman susu probiotik asal Jepang, tentu sudah tak asing bagi kita. Bukan cuma di Indonesia, minuman ini digemari di berbagai belahan dunia.

Yakult pertama dibuat dan diluncurkan karena alasan kesehatan. Namun, kini banyak orang yang menggemari Yakult sebagai minuman dan kerap bertanya kenapa tak ada varian Yakult ukuran besar.

Meski begitu, perusahaan Yakult di Jepang ternyata punya alasan bagus untuk membuat produk mereka tetap berukuran kecil.

Dikutip dari Nextshark, ukuran botol yang kecil membantu untuk meminimalisir kemungkinan kontaminasi pada bakteri Lactobacillus paracasei Shirota yang ada dalam Yakult.

Menurut laman perusahaan Yakult, ada 30 juta bakteri baik Yakult yang terkandung di setiap botol.

Ilustrasi Yakult (Wikimedia Commons)
Ilustrasi Yakult (Wikimedia Commons)

"Botol kecil jauh lebih higienis," jelas Yakult. "Botol ukuran besar mungkin tidak akan habis diminum dalam sekali waktu, sehingga punya risiko lebih besar terinfeksi bakteri lain."

"Membuka dan menutup botol ukuran besar berulang kali dapat berujung pada menurunnya jumlah bakteri probiotik."

Sebagai minuman probiotik, Yakult pun tidak disarankan untuk dikonsumsi sebagai pereda dahaga. Satu botol Yakult sebenarnya sudah cukup untuk menjaga kesehatan tiap harinya.

"Jika Yakult dijual dalam botol besar, orang-orang akan minum lebih banyak dari yang dibutuhkan. Ini tidak berbahaya, tapi harganya bisa lebih mahal," tambah pihak Yakult.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini