Arab Saudi Luncurkan Visa on Arrival Pada 27 September, Simak Syaratnya

Nah, catat baik-baik ya!

Suara.Com
Dany Garjito | Aditya Prasanda
Arab Saudi Luncurkan Visa on Arrival Pada 27 September, Simak Syaratnya
Peziarah mengunjungi bukit Jabal Rahmah di kawasan Padang Arafah, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Sabtu (4/5). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Suara.com - Kabar gembira, pada 27 September mendatang, pemerintah Arab Saudi berencana meluncurkan Visa on Arrival yang berlaku untuk 51 negara terpilih.

Negara-negara tersebut antara lain Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Korea Selatan, Italia, Islandia, Prancis, Norwegia, Spanyol, Yunani, Belanda, Rumania, Denmark, Estonia, Finlandia, Singapura, dan Malaysia.

Meski masih dirahasiakan, jumlah negara yang mendapatkan hak istimewa ini akan bertambah pada kuartal pertama tahun 2020 mendatang.

Visa on Arrival Arab Saudi akan berlaku selama satu tahun sejak tanggal penerbitannya dan hanya dapat digunakan per satu kali kunjungan selama tiga bulan. Serta tak lebih dari 180 hari dalam setahun.

Untuk memperoleh visa ini kita harus menyiapkan dana setara Rp 1,12 juta per orang. Selain itu, terdapat syarat lain seperti para pemohon harus berusia minimal 18 tahun. Sementara para wisatawan yang belum cukup umur harus memiliki pendamping sebagai walinya.

Para pemohon juga harus mematuhi perjanjian tertulis untuk menghormati adat dan tradisi Arab Saudi. Jika melanggar, otoritas Arab Saudi berhak melakukan tindakan tegas dengan menghentikan segala aktivitas bahkan mendeportasi wisatawan yang tak patuh aturan.

Seperti diketahui, keuntungan menggunakan Visa on Arrival, yakni kita tak perlu lagi repot menyiapkan dokumen dan visa sebelum keberangkatan. Para wisatawan hanya perlu mengurus visa setibanya di bandara. Selain itu, kita juga dapat mengeksplorasi keindahan Arab Saudi, dan umat muslim dapat menyambangi Mekkah serta Madinah di luar musim Haji.

Deretan bandara di Arab Saudi yang melayani Visa on Arrival, antara lain Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Bandara King Fahd di Dammam, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, King Fahd Causeway, serta Bandara Prince Muhammad Bin Abdulaziz di Madinah.

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini