Gebby Vesta Ngaku Transgender, Apakah Operasi Kelamin Bisa Pengaruhi Seks?

Pengaruh operasi ganti kelamin seperti Gebby Vesta pada kehidupan seksual para transgender.

Suara.Com
Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Gebby Vesta Ngaku Transgender, Apakah Operasi Kelamin Bisa Pengaruhi Seks?
Gebby Vesta [deon angkasa/Instagram]

Suara.com - Gebby Vesta baru-baru ini mengejutkan publik dengan mengaku bukan perempuan tulen. Ia adalah seorang transgender yang sudah melakukan operasi ganti kelamin sejak 6 tahun lalu.

Tak hanya itu, Gabby Vesta juga membongkar biaya operasi kelaminnya yang menghabiskan ratusan juta rupiah. Gebby Vesta mengaku menjalani operasi ganti kelamin di Thailand.

"Total untuk payudara Rp 8 juta. Kalau untuk operasi kelamin saya habis total Rp 140 jutaan kalau enggak salah, semua di Thailand," kata Gebby Vesta saat dihubungi Suara.com, Jumat (20/9/2019) lalu.

Alasan Gebby Vesta melakukan operasi kelamin di Thailand adalah karena dipercaya memiliki kualitas terbaik dengan harga terjangkau.

"Karena Thailand untuk operasi kelamin itu memang terbaik. Kayak beberapa transgender di Amerika, Eropa, kalau operasi kelamin pun pasti di sana. Karena jahitan bagus, harga murah," sambungnya.

Tetapi, apakah Anda mengetahui apa yang terjadi pada organ vital seorang transgender setelah melakukan operasi kelamin?

Gebby Vesta (Instagram Gebby Vesta)
Gebby Vesta (Instagram Gebby Vesta)

Melansir dari Research Gate, Fungsi seksual setelah operasi perggantian kelamin memang hal yang harus diperhatikan seorang transgender. Hal ini berkaitan dengan teknik bedah, kepuasaan operasi seksual dan kualitas hidup.

Sayangnya, masih sedikit perhatian dan penelitian tentang fungsi seksual seorang transgender setelah operasi ganti kelamin (SRS). Pada transeksual pria ke wanita, tingkat gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) serupa dengan yang ditemukan pada populasi wanita umum

Literatur paling substansial tentang fungsi seksual pada transseksual pasca operasi berkaitan dengan orgasme. Sebagian besar laporan menunjukkan tingkat fungsi orgasme sedang hingga tinggi pada transseksual pria ke wanita maupun sebaliknya.

Gender lelaki, perempuan dan transgender. [shutterstock]
Gender lelaki, perempuan dan transgender. [shutterstock]

Sementara itu, hasil dari penelitian Belanda terbaru tentang kepuasan seksual setelah perawatan penggantian kelamin menunjukkan bahwa mayoritas semua trans pria dan wanita pasca operasi puas dengan kehidupan seks mereka.

Meski begitu, operasi ganti kelamin juga bisa memengaruhi kualitas hidup baru orang tersebut. Karena itu, transgender tidak hanya membutuhkan terapi hormon pasca operasi ganti kelamin.

Mereka juga membutuhkan terapi psikolog sebelum dan sesudah menjalani prosedur penggantian kelamin, bahkan setelah ganti identitas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini