Anak Perempuan Takut Berambisi Jadi Pemimpin? Survei Ungkap 9 Penyebabnya

Apa sih penyebab anak perempuan takut berambisi jadi pemimpin.

Suara.Com
Silfa Humairah Utami
Anak Perempuan Takut Berambisi Jadi Pemimpin? Survei Ungkap 9 Penyebabnya
Ilustrasi remaja perempuan. (Shutterstock)

Suara.com - Anak Perempuan Takut Berambisi Jadi Pemimpin? Survei Ungkap 9 Penyebabnya

Anak perempuan dan perempuan muda sangat terpengaruh dengan stereotie gender di media dan film. Figur yang mereka lihat di televisi berpengaruh hebat pada cara pandang anak perempuan terhadap dirinya sendiri dan cara dunia melihat mereka.

"Hal ini menjadi salah satu indikasi anak perempuan takut bermimpi jadi pemimpin. Oleh sebab itu Plan Internasional  mengajak media untuk lebih mengekspose kepemimpinan perempuan dengan positif agar anak perempuan berambisi dan punya tokok panutan," kata kata Nazla Mariza, Communication and Influencing Director Plan Indonesia saat diwawancarai Kamis (09/10/2019), pada acara #GirlsTakeOver dalam rangka Hari Anak Perempuan Internasional pada 11 Oktober.

Ia menuturkan anak perempuan perlu melihat diri dan karakter mereka tercermin di layar. Karakter positif dapat menginspirasi mereka untuk berkembang. Pembuat konten di industri media dan entertainment berkesempatan mempengaruhi aspirasi anak perempuan dengan cara menghentikan stereotipe gender yang merusak.

Menurut survei Plan Internasional, opini 10.000 anak perempuan di 20 negara mengungkap banyak hal dari 69 persen film Hollywood, 11 persen Bollywood yang terdiri dari film action, drama, thriller, dan 108 Iklan cetak yang sering muncul menyimpulkan hal di bawah ini.

1- Anak perempuan terinspirasi tokoh dan gambar yang dilihat di media

2- Perempuan yang memimpin diperlakukan tidak sebaik laki-laki

3- Sedikit perempuan memainkan peran penting atau peran utama di film

4- Seringkali pemain atau aktris perempuan hanya sebagai pendamping laki-laki atau bumbu romantisme dalam cerita

5- Perempuan masih menjadi obyek seks

6- Anak perempuan tahu apa yang mereka ingin lihat. Namun, tidak sama dengan posisi perempuan di masyarakat maupun di media kebanyakan

7- Narasi cerita masih didominasi laki-laki

8- Anak yang tidak melihat tokoh pemimpin perempuan kurang percaya diri untuk memimpin

9- Porsi tokoh laki-laki dalam film lebih banyak dibanding tokok perempuan

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia menambahkan di Hari Anak Perempuan Internasional ini Plan Indonesia mengajak media untuk mengubah opini tersebut dengan menampilkan lebih banyak cerita tentang kepemimpinan perempuan yang positif.

"Tidak lagi menampilkan tokoh perempuan sebagai obyek. Bekerjasama dengan jurnalis, pembuat film, iklan, dan lain-lain untuk #RewriteHerStory atau mengangkat sisi positif kepemimpinan perempuan untuk figur dan panutan anak perempuan," katanya. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini