Megawati Tak Tahu Kuota Haji Terindikasi Korupsi

Megawati tak akan terima undangan Suryadharma jika tahu itu terindikasi korupsi.

Suara.Com
Ardi Mandiri | Agung Sandy Lesmana
Megawati Tak Tahu Kuota Haji Terindikasi Korupsi
Megawati Soekarnoputri di lokasi Kongres IV PDI Perjuangan di Sanur, Bali, Rabu (8/4/2015). [Suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Politikus PDI Perjuangan Kaget Dengar Megawati Disebut-sebut Terima Sisa Kouta Haji

Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, kaget mendengar Ketua Umum partai tersebut, Megawati Soekarnoputeri, menerima sisa kouta haji.

Menurutnya, Megawati hanya diundang mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) untuk melaksanakan haji ke Tanah Suci.

"Ini mengejutkan kita semua. Ya kalau kita misalkan diundang, kalau itu korupsi ya nggak bakal mau. Gitu loh ekstremnya. Karena beliau diundang pak mentrri, ya merasa terhormat," kata Eva saat ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2015) malam.

Dikatakan Eva, Megawati tidak mengetahui jika kouta haji yang diperuntukkan baginya terindikasi korupsi.

"Ya jelas nggak tahu, kalau tahu nggak berangkat. Bukan tipe Ibu minta-minta gitu, dalam artian kouta haji," katanya.

Seperti diberitakan, dalam nota keberatan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Suryadharma menyebut sejumlah tokoh menerima sisa kuota haji tahun 2012, di antaranya, Kiemas dan Megawati (50 orang), mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (70 orang), Amin Rais (10 orang), Karni Ilyas (dua orang), keluarga Suryadharma (enam orang), dan KPK (enam orang).

"Penggunaan sisa kuota yang tidak terserap itu sesuai dengan UU nomor 13/2008 dan peraturan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh tentang petunjuk Teknis Penggunaan Sisa Kuota Nasional," kata Suryadharma. 

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini