Sabtu, 20 Januari 2018

Perempuan Berhijab yang Dikeroyok di Sudirman Orang Dekat Novanto

Fitri baru terjun ke dunia politik dengan bergabung sebagai kader muda Partai Golkar.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana
Fitri Apriansari Utami (pakai jilbab). (suara.com/Agung Shandy Lesmana)
Fitri Apriansari Utami (pakai jilbab). (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Fitri Apriansari Utami (25), korban pengeroyokan dua pelaku berinisial SJP (lelaki) dan SW (perempuan) ternyata masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

Setelah kejadian pengeroyokan, Fitri langsung menghubungi ayahnya bernama Tomy Sumardi yang kebetulan saat itu sedang bersama Novanto. Perempuan berhijab itu pun kemudian diarahkan agar melaporkan kejadian pengeroyokan itu ke polisi.

"Saat mau kabur, saya poto plat mobilnya lalu saya telepon ayah saya, kebetulan lagi ketemu Pak Setnof, lalu diajukan ke polisi buat visum dan lain-lain," kata Fitri saat di Polda Metro Jaya, Senin (28/8/2017).

Tak hanya memiliki kedekatan keluarga Novanto, Fitri juga baru terjun ke dunia politik dengan bergabung sebagai kader muda Partai Golkar.

Dia juga mengaku berterimakasih, karena berkat bantuan Novanto, kedua pelaku pengeroyokan bisa langsung ditangkap polisi.

"Saya terima kasih pada pak Ketua DPR, mungkin beliau belum kenal saya tapi dukungannya terima kasih, saya juga baru terjun politik di kader muda Golkar," kata Fitri.

Insiden penganiayaan terjadi usai kendaraan Fitri ditabrak oleh pengendara lainsaat sedang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (23/8/2017).

"Sama-sama mengemudikan mobil dan jalan satu arah. Tersangka tersinggung karena dipotong oleh korban, terjadi cecok," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi.

Karena merasa ditabrak dari arah di belakang, kemudian Fitri memberhentikan kendaraan yang ditumpangi kedua tersangka.

Namun, bukannya meminta maaf, SJP dan SW, teman perempuannya malah memaki-maki dan melemparkan satu buah botol air mineral ke wajah korban. Bahkan, kedua pelaku juga langsung melakukan pemukulan terhadap Fitri.

Dari insiden tersebut, Fitri lalu melaporkan tindakan SJP dan SW ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/3982/VIII/2017/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 23 Agustus 2017.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi kemudian menangkap kedua tersangka saat berada di Hotel Ibis, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (25/8/2017) sekitar pukul 10.00 WIB

Dalam penyelidikan ini, polisi telah mengantongi beberapa rekaman kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di gedung sekitar lokasi kejadian pengerokan. Sebanyak empat saksi juga telah diperiksa dalam kasus ini.

Atas perbuatannya, SJP dan SW dikenakan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.

Terpopuler

Terkini