Sabtu, 16 Desember 2017

Sebelum Dimasukkan Wajan, Rachel Sejak Kecil Dikasari Nenek Tiri

Rachel jarang masuk sekolah karena diminta untuk membantu kebutuhan nenek tiri di rumah.

Suara.Com
Siswanto
Rachel Herliani (11) diceburkan ke minyak panas di rumahnya, kawasan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. [Facebook/Yuni Rusmini]
Rachel Herliani (11) diceburkan ke minyak panas di rumahnya, kawasan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. [Facebook/Yuni Rusmini]

Suara.com - Rachel Herliani (11) ternyata sejak kecil sering mendapat kekerasan fisik dari nenek tiri, Kosiah (69). Sejak usia 1,5 tahun, Rachel tidak tinggal bersama orangtua. Dia dititipkan di rumah Kosiah di Gang Lebak I, RT 3, RW 5, Kelurahan Kebonwaru, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat.

"Sering dipukul sering. Disuruh sering juga. Makanya dianaiaya sejak dulu sejak ibunya ke Arab, dan saya tahu anak saya dikerasin juga dengar dari tetangga-tetangga neneknya itu kan kedengeran," kata ayah Rachel, Kusdinan, saat dihubungi Suara.com, Kamis (12/10/2017).

Rachel dititipkan di rumah nenek tiri lantaran ibunya menjadi ternaga kerja wanita di Arab Saudi, sedangkan Kusdinan merantau ke Jakarta.

Setiap bulan, Kosiah mendapatkan kiriman uang dari ibu dari Rachel. Uang tersebut untuk membiayai kebutuhan sehari-hari Rachel.

Belakangan terungkap, ternyata uang tersebut tidak digunakan untuk mengurus Rachel.

Rachel jarang masuk sekolah karena diminta untuk membantu kebutuhan nenek tiri di rumah.

Kusdinan mengatakan sebenarnya sudah lama mengetahui tindakan kasar Kosiah. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak karena Kosiah melarangnya membawa Rachel pulang.

"Saya jenguk, tapi nggak dikasih bawa. Katanya kan ini anak udah dari kecil saya rawat masa nggak ada imbalannya," kata dia.

Kasus kekerasan terakhir ini membuat Kusdinan tak tahan lagi untuk tidak membawanya ke polisi. Betapa tidak, Kosiah menyelupkan wajah Rachel ke wajan yang tengah dipakai untuk menggoreng rengginang. Akibatnya, wajah Rachel melepuh.

Kosiah kemudian diciduk polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan. (Maidian Reviani)

 

 

Terpopuler

Terkini