Sabtu, 16 Desember 2017

Dedi: Kasihan Jabar, Penghasil Beras Tapi Rakyatnya Makan Raskin

Pembangunan di Jawa Barat belum maksimal.

Suara.Com
Syaiful Rachman | Dian Rosmala
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi [Suara.com/Dian Rosmala]
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengungkapkan alasannya ingin menjadi Gubernur Jawa Barat lantaran kasihan pada masyarakat. Menurutnya pembangunan di Jawa Barat belum maksimal.

"Kasihan sama Jabar. Ini penghasil beras berkualitas tapi kok rakyatnya makan raskin (beras miskin). Jalan sempit-sempit," kata Dedi di kantor Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (12/10/2017).


Selain itu, distribusi anggaran Jawa Barat tidak berbasis kebutuhan tapi berbasis politis. Disusul lagi lahan konservasinya yang semakin menipis dan sungai-sungai yang kotor.

"Dan sinergitas pembangunan antar daerah kurang terintegritas," sambungnya.

Dedi mengatakan anggaran Rp33 triliun milik pemerintah Jawa Barat seharusnya bisa dikelola dengan baik untuk pembangunan yang adil dan merata.

"Saya tertantang gitu saja.  Saya saja Rp2 Triliun (Purwakarta) bisa dibikin begini, serba gratis dana serba ada.  Apalagi Rp33 Triliun," jelas Dedi.

Membantu masyarakat merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi dia. Mestinya masyarakat juga bisa menikmati apa yang bisa dinikmati oleh pemimpinnya.

"Saya bangga nolong orang. Rakyat di Purwakarya sudah punya listrik.  Di desa sudah punya bis sekolah. Ini yang mesti dikembangkan di seluruh Indonesia. Khususnya di Jawa Barat," jelasnya lagi.

Terpopuler

Terkini