Sabtu, 16 Desember 2017

Lahan Pesantren di Amerika Sudah Terbeli, Renovasi Dimulai

Shamsi membutuhkan dana sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp13 miliar.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Calon lokasi Pondok Nusantara Madani USA di 613 Town St. Moodus CT 06469 Amerika Serikat. (Dok Imam Shamsi Ali)
Calon lokasi Pondok Nusantara Madani USA di 613 Town St. Moodus CT 06469 Amerika Serikat. (Dok Imam Shamsi Ali)

Suara.com - Seluas 7,4 hektar lahan 613 Town St. Moodus CT 06469, Negara Bagian Connecticut, Amerika Serikat sudah terbeli. Di sana akan dibangun kompleks pesantren pertama di AS.

Penggagas pesantren itu, Shamsi Ali mengatakan pembayaran uang muka pembelian lahan itu dilakukan Kamis, (30/11/2017) lalu lewat tanda tangan kontrak pembelian.

“Walaupun penanda tanganan ini bersifat internal karena masing-masing pengacara kami masih dalam proses menyelesaikan semua hal yang terkait dengan hukum setempat. Salah satunya adalah bahwa sebuah non profit ketika melepaskan kepemilikan harus memiliki izin dari State Attorney General. Insya Allah semua akan diselesaikan, kalau tidak minggu ini, akhir minggu depan. Dana yang telah dibayarkan sebagai DP saat ini adalah 275,000 dolar AS termasuk berbagai biaya yang terkait,” cerita Shamsi kepada suara.com, Kamis (7/12/2017).

Selanjutnya, mulai Januari 2018, Shamsi harus membayar cicilan sisa harga lahan itu, 400.000 dolar AS dalam jangka waktu 2 tahun. Mulai awal Januari juga akan dilakukan pembersihan dan renovasi gedung-gedung yang layak pakai.

Ada delapan gedung, 4 di antaranya masih layak pakai dengan renovasi kecil-kecilan. Empat gedung inilah yang rencananya akan direnovasi. Sementara empat lainnya memang diharuskan untuk diruntuhkan karena mengaku pada aturan tata kota di AS.

“Diperkirakan dana untuk pembersihan dan renonasi ini sekitar 150.000 sampai 200.000 dolar AS,” jelasnya.

Lanjut presiden Nusantara Foundation itu, jika proses pembersihan dan renovasi lancar, rencananya akan dimulai kegiatan di lokasi ini pada liburan musim panas (Juli-Agustus 2018) mendatang.

“Awal Januari juga kita menghadirkan arsitek landscape, untuk melakukan studi lapangan bagi perencanaan pembangunan pondok. Sementara untuk pembangunan di lokasi diperlukan arsitek lokal yang paham aturan-aturan tata gedung di negara bagian Connecticut,” papar dia.

Pembangunan pondok pesantren ini akan dilakukan secara bertahap, berdasarkan pendanaan yang tersedia dan prioritas gedung/fasilitas yang diperlukan. Setahun ke depan dengan merenovasi gedung-gedung yang ada. Kegiatan pondok juga masih bersifat non permanent (belum full time).

Sementara untuk jangka menengah sampai 3 taun mendatang akan dibangun masjid, asrama dan pondokan.

“empat sampai lima tahun ke depan akan dimulai pembangunan rumah-rumah tradisional kedaerahan. Rumah-rumah ini akan menjadi guest house bagi pengunjung ke kota yang memang menjadi destinasi turis ini,” kata dia.

Luas lahan yang akan dibangun pesantren itu sekitar 7.4 Hektar. Di pesantren itu nantinya akan diisi dengan kegiatan program tahfiz, seminar, konferensi, pembangunan komunitas, dan diskusi keberagaman.

Di dalamnya pernah dibangun fasilitas lapangan tennis, lapangan basket (outdoor), serta kolam renang. Kemudian juga terdapat telaga alam (pond) dan hutan kecil sehingga juga memenuhi kebutuhan untuk pelatihan ruhani dan jasmani yang integratif.

Shamsi membutuhkan dana tidak sedikit. Dia membutuhkan dana sebesar 1 juta dolar AS atau setara Rp13 miliar.

Terpopuler

Terkini