Sabtu, 21 April 2018

Motif Ledakan New York Disebut karena Dendam Pengakuan Yerusalem

Pelaku ledakan sudah ditangkap dan seorang warga negara Bangladesh.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Sebuah percobaan serangan di stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) pagi waktu setempat. (AFP)
Sebuah percobaan serangan di stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) pagi waktu setempat. (AFP)

Suara.com - Seorang laki-laki berusia 27 tahun ditangkap di dalam sebuah percobaan serangan di stasiun kereta bawah tanah New York Port Authority, Senin (11/12/2017) pagi waktu setempat. Sebuah ledakan terjadi di trotoar bawah tanah yang sangat padat di tengah jam sibuk.

Komisaris Polisi New York, James O'Neill mengidentifikasi tersangka tersebut bernama Akayed Ullah. Dia menderita luka bakar dan luka di tubuh dan tangannya karena ledakan itu. Dia telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bellevue.

O'Neill mengklaim Ullah sudah mengakui perbuatannya. Namun O'Neill menolak menguraikan pengakuan Ullah lebih lanjut.

Namun yang pasti Ullah adalah keturunan Bangladesh yang sudah 7 tahun tinggal di Amerika Serikat.

Seorang sumber polisi mengatakan motif ledakan itu karena Ullah marah kepada Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Walikota New York Bill de Blasio menyebutkan ledakan itu sebagai aksi terorisme.

"Ini adalah tempat yang paling tahan di Bumi. Teroris tidak akan menang. Kami akan tetap menjadi orang New York," kata Bill.

Alat peledak yang digunakan Ullah menempel pada tubuh dengan menggunakan velcro dan ikatan zip. Wakil Komisaris Polisi John Miller mengatakan bom rakitan yang dipakai termasuk bom pipa dan berdaya ledak rendah. (Anadolu)

Terpopuler

Terkini