Sabtu, 21 April 2018

Putus Asa, Gerombolan ISIS di Irak Menyerahkan Diri

Kolonel Ahmed al-Jabouri dari komando operasi Nineveh mengatakan, saat ini sekitar 85 persen wilayah Nineveh telah terbebas dari Daesh.

Suara.Com
Reza Gunadha
Pasukan Anti-teroris Irak yang memerangi ISIS di Mosul. (AFP)
Pasukan Anti-teroris Irak yang memerangi ISIS di Mosul. (AFP)

Suara.com - Sejumlah gerombolan teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerahkan diri kepada pasukan keamanan Irak, di barat Mosul, Provinsi Nineveh, Senin (11/12/2017). Mereka semua mengakui putus asa setelah kehilangan komando dari atasannya.

“53 militan menyerahkan senjata mereka di distrik Al-Hadar, wilayah Al-Wadi, sekitar 80 kilometer barat Mosul,” jelas Brigadir Jenderal Saad al-Janabi kepada Anadolu Agency, Selasa (12/12).

Menurut al-Janabi, sebagian dari mereka yang menyerahkan diri adalah penduduk setempat yang bergabung dengan kelompok teroris saat mereka menguasai Mosul pada pertengahan 2014. Sebagian lagi adalah warga asing dari negara-negara Arab dan Eropa.

Al-Janabi mengatakan, eks-gerombolan teroris yang berasal dari daerah setempat telah dirujuk ke pihak keamanan nasional Irak. Sementara warga negara asing dikirim ke badan kontraterorisme Irak.

Kolonel Ahmed al-Jabouri dari komando operasi Nineveh mengatakan, saat ini sekitar 85 persen wilayah Nineveh telah terbebas dari Daesh.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, Sabtu (9/12) akhir pekan lalu, mengumumkan bahwa seluruh wilayah perbatasan Irak dengan Suriah telah diamankan.

Pada Agustus, al-Abadi mendeklarasikan bahwa Nineveh telah “sepenuhnya bersih” dari ISIS, yang baru-baru ini mengalami serangkaian kekalahan di Irak dan Suriah setelah menguasai sebagian besar wilayah negara sejak pertengahan 2014.

Terpopuler

Terkini