Sabtu, 20 Januari 2018

Palestina: Terima Kasih Rakyat Indonesia - Bagian 1

"Sikap masyarakat Indonesia adalah bentuk kepahlawanan terhadap bangsa Palestina."

Suara.Com
Reza Gunadha
Warga Palestina melawan saat terlibat bentrok dengan militer Israel, Jumat (8/12/2017). [Mohammed Abed/AFP]
Warga Palestina melawan saat terlibat bentrok dengan militer Israel, Jumat (8/12/2017). [Mohammed Abed/AFP]

Suara.com - Palestina mengapresiasi kepedulian rakyat Indonesia terhadap status Yerusalem dan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.

"Sikap masyarakat Indonesia adalah bentuk kepahlawanan terhadap bangsa Palestina," ujar Duta Besar Palestina Terangkat, Zuhair Al-Shun, bersama tokoh lintas agama di Jakarta, Senin (11/12/2017).

Zuhair menyampaikan, Yerusalem merupakan kiblat pertama umat Islam dan tempat kelahiran Isa al-Masih.

Dia menambahkan, keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak membawa perubahan yang lebih baik bagi rakyat Palestina. Hingga kini, Gaza dan Tepi Barat masih dijajah oleh Israel.

"Keputusan itu membuat dampak buruk terhadap wilayah Palestina," ujar Zuhair, seperti dilansir Anadolu Agency.

Selain itu, pengakuan Trump menurutnya juga telah menafikan posisi AS sebagai mediator dalam proses perdamaian dan melawan resolusi PBB. Hal ini telah mencoreng martabat AS sebagai negara.

Bagi rakyat Palestina, kata Zuhair, Yerusalem adalah garis merah, dan pengakuan Trump tidak dapat diterima. Rakyat Palestina akan terus berjuang untuk meraih kemerdekaan.

"Pemimpin Palestina Yaser Arafat telah membayar mahal untuk itu," tuturnya.

Tidak hanya Indonesia, gara-gara Trump, bahkan Malaysia pun siap kirim tentara bantu Palestina. Simak di laman berikutnya...

Terpopuler

Terkini