Sabtu, 21 April 2018

Alumni 212 Akui Pernah Ajukan La Nyalla ke Gerindra untuk Pilkada

"Ya pasti lah semua alumni 212 menyayangkan. Partai-partai yang berkoalisi dengan kami (kelompok 212) tidak mencalonkan (tokoh sendiri), bahkan ikut bergabung," ujar Slamet

Suara.Com
Reza Gunadha | Dwi Bowo Raharjo
Jubir FPI Slamet Maarif di sela-sela aksi yang dilakukan Aliansi Tolak Kezaliman Facebook, di gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]
Jubir FPI Slamet Maarif di sela-sela aksi yang dilakukan Aliansi Tolak Kezaliman Facebook, di gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - Juru bicara FPI Slamet Maarif menyesalkan keputusan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Ketiga partai tersebut, plus PKB, resmi mengusung Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarno sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

"Ya pasti lah semua alumni 212 menyayangkan. Partai-partai yang berkoalisi dengan kami (kelompok 212)  tidak mencalonkan (tokoh sendiri), bahkan ikut bergabung," ujar Slamet di depan kantor Facebook, gedung perkantoran Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (12/1/2018).

 

Ketua Presidium Alumni Aksi 212 ini membenarkan, pihaknya sempat mengajukan lima nama kepada Partai Gerindra.

Satu dari lima nama tersebut adalah La Nyalla Mattalitti. Tetapi, kelima nama tersebut tidak ada yang dipilih oleh partai yang diketuai Prabowo Subianto sebagai cagub atau cawagub di Pilkada Jawa Timur.

"Ada rekomendasi ulama Jawa Timur untuk mengusung alumni 212, Pak La Nyalla, bahkan diusulkan lima nama yang Kiai Khathath—nama beken Gatot Saptono—sampaikan, lima-limanya ditolak oleh Gerindra gitu," tukasnya.

Kumpulan massa Aksi Bela Islam 2 Desember 2016 di Jakarta itu belum memutuskan akan mendukung siapa dalam Pilkada Jawa Timur 2018.

Slamet mengatakan, keputusan itu baru akan diambil pada akhir Januari 2018, atau setelah mereka melakukan Musyawarah Kerja Nasional.

"Kami akan musyawarahkan untuk menentukan sikap presidium 212 pada Pilkada 2018. Hasil Mukernas salah satunya agendakan wilayah mana saja yang kita dukung dan support oleh alumni 212," tandasnya.

Terpopuler

Terkini