Sabtu, 21 April 2018

Ortu Bercerai, Bayi 2 Bulan Dititipkan dan Disiksa Tantenya

Korban berinisial FR mendapat perlakuan tidak wajar diduga oleh bibinya berinisial D (22) yang saat ini sudah ditangkap di Markas Polres Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan hukum.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Seorang ibu sedang memegang kaki bayinya. [shutterstock]
Seorang ibu sedang memegang kaki bayinya. [shutterstock]

Suara.com - Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap seorang bayi berusia dua tahun yang saat ini terkapar. Balita itu harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Ibu dan Anak Prasetya Bunda, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kepolisian saat ini tengah menangani perkara tersebut," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Tasikmalaya AKP Bimo Moerdana kepada wartawan di Tasikmalaya, Jumat (12/1/2018).

Korban berusia 2 bulan, warga Indihiang, Tasikmalaya. Korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat penganiayaan yang diduga oleh saudaranya.

Korban berinisial FR mendapat perlakuan tidak wajar diduga oleh bibinya berinisial D (22) yang saat ini sudah ditangkap di Markas Polres Kota Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan hukum.

"Pelaku mengaku kesal karena korban sering menangis dan susah ditenangkan," katanya.

Ia menyampaikan korban selama ini dirawat di rumah bibinya karena orang tua korban sudah cerai sehingga anaknya terbengkalai. Sementara bibi korban itu statusnya masih saksi, tetapi kemungkinan dapat ditetapkan sebagai tersangka.

"Alat bukti sudah cukup untuk mengesahkan status tersangka," katanya.

Sebelumnya, korban dibawa ke IGD Rumah Sakit Ibu dan Anak Prasetya Bunda, Kota Tasikmalaya, Kamis (11/1/2018) untuk menjalani perawatan medis akibat penganiayaan. Tim medis menemukan adanya luka lebam pada tubuh korban serta luka bakar di bagian pipi kiri, sekaligus korban mengalami trauma psikis. (Antara)

Terpopuler

Terkini