Busung Lapar dan Campak Dera Papua, Sejumlah Menteri Gelar Rapat

Mensos Idrus Marham mengatakan Rapat Terbatas Menteri pada hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya.

Suara.Com
Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen
Busung Lapar dan Campak Dera Papua, Sejumlah Menteri Gelar Rapat
Menteri Sosial Idrus Marham. [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Kejadian Luar Biasa berupa busung lapar dan campak yang terjadi di Asmat dan wilayah Papua lainnya langsung ditanggapi pemerintah pusat. Para menteri kabinet Kerja langsung melakukan rapat terbatas yang dipimpin langaung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani di gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).

Tampak Menteri Sosial Idrus Marham, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi dan menteri lainnya sudah tiba di gedung Kemenko PMK. Mensos Idrus Marham mengatakan Rapat Terbatas Menteri pada hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya.

"Pertemuan ini adalah merupakan tindak lanjut pertemuan yang dilakuman pada tanggal 25 Januari lalu dalam merespon penanganan masalah di Asmat dan seluruh daerah yang ada di Papua," kata Idrus.

Idrus mengatakan pada pertemuan pertama tersebut sudah dihasilkan beberapa pemikiran bersama para menteri. Yang pertama adalah dalam rangka memastikan penanganan masalah yang ada di Papua.

"Maka di perlukan pendampingan, termasuk misalkan bagaimana pemerintah pusat bersama-sama dengan gubernur melakukan pendampingan di kabupaten untuk memastikan bahwa pengelolan pemerintahan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Pengganti Khofifah Indar Parawansa tersebut mengatakan masalah yang terjadi di Papua dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurutnya, faktor tersebut saling mempengaruhi sehingga harus ditangani dengan terpadu oleh beberapa kementerian dan lembaga-lembaga pemerintahan.

"Kedua jangan lupa secara menyeluruh bukan hanya di Asmat tentu daerah lainnya yang terkait. Tentu ini berkesinambungan dan tentu tidak boleh kita melakukan pengobatan atau sembako dan selesai. Itu harus berkesinambungan kalau kita berbicara itu harus juga berbicara mengenai proram-program yang memberikan kepastian masyarakat Papua dapat berjalan dengan baik," kata Idrus.

"Lalu misalkan masalah penykit kesehatan itu bisa diatasi, karena itu program ini harus continu kita lakukan," katanya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini