Polisi Mulai Endus Dugaan Korupsi Proyek Tol Becakayu

Robohnya bekisting pier head (cetakan beton) Tol Becakayu mengakibatkan tujuh pekerja mengalami luka-luka.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana
Polisi Mulai Endus Dugaan Korupsi Proyek Tol Becakayu
Kondisi pascarobohnya tiang pancang tol Bekasi Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur. (suara.com/Nikolaus Tolen)

Suara.com - Kepolisian Polres Metro Jakarta Timur menetapkan dua tersangka terkait insiden robohnya konstruksi proyek tol Bekasi Cawang-Kampung Melayu di Jalan DI Panjaitan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (20/2/2018) pagi.

Dua orang yang telah ditetapkan tersangka yakni AA, Kepala Pelaksana Lapangan PT. Waskita Karya dan AS, Chief Inspektur atau pengawas dari PT. Virama Karya.

"Sudah ditetapkan tersangka dua kok, dua minggu lalu kita rilis," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Tony Surya Putra di Polda Metro Jaya, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, keduanya ditetapkan tersangka lantaran ada unsur kelalaian terkait robohnya bekisting pier head (cetakan beton) tol Becakayu yang mengakibatkan tujuh pekerja mengalami luka-luka.

"Jadi kita nangani kelalaiannya yang pasti dengan kita tangani dengan kasus becakayu itu kelalaian. Itu bentuk respon kita terhadal kecelakaan kerja," kata Tony.

Tony melanjutkan kini sudah dibentuk tim satgas yang berasal dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait adanya dugaan korupsi proyek tersebut.

"Terkait nanti apakah ada unsur korupsi atau unsur lain-lain sabotase ini kan ada tim satgas gabungan dari Kemenpupera sama Polda Metro Jaya," kata dia.

Namun, Tony belum bisa menyimpulkan soal dugaan apa korupsi yang berkaitan dengan proyek tol Becakayu. Sebab, kata dia soal dugaan korupsi itu masih dalam tahap penyelidikan.

"Artinya gini loh melakukan penyelidikan apakah nanti kesimpulannya tindak pidana terkait kontruksi apakah ada korupsi itu barulah tahap penyelidikan, belum bisa disimpulkan apakah ada korupsi belum bisa disimpulkan," kata dia.

Dia juga melanjutkan, saat ini Polres Metro Jakarta Timur membuat posko pengamanan untuk mengawasi proyek-proyek infrastur di wilayah DKI Jakarta.

"Jajaran polres membuat posko pengamanan proyek infrastruktur untuk mengawasi seluruh proyek-proyek infrastruktur di wilayah DKI dan sudah berjalan kita seluruh petugas dari polres jajaran semuanya melakukan pengawasan proyek infrastruktur yang berjalan. Artinya seluruh proyek ini ada posko, paling tidak meminimalisir kalau ada pekerja yang lalai untuk menekan seminimal mungkin," kata Tony.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini