Senin, 18 Juni 2018

Jika Anies Dampingi Prabowo, Sandiaga Siap Jadi Gubernur Jakarta

"Saya sebagai kader Partai Gerindra selalu berprinsip sami'na wa atho'na (patuh dan taat)."

Suara.Com
Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno bersamuh dengan sejumlah komunitas pesepeda di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/3/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno bersamuh dengan sejumlah komunitas pesepeda di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/3/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Dewan Pemimpin Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Partai Gerindra resmi mendeklarasikan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden dalam Pilpres 2019.

Deklarasi itu dibacakan Ketua DPD DKI Jakarta Partai Gerindra Muhammad Taufik di Lapangan Arcici, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Minggu (11/3/2018).

"Dengan ini kami mencalonkan Haji Prabowo Subianto menjadi Presiden Republik Indonesia masa bakti 2019 sampai 2024," ujar Taufik saat membacakan deklarasi.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu meminta Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra segera memutuskan Prabowo untuk diusung di Pilpres 2019.

"Kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra agar menetapkan menjadi keputusan Partai Gerindra demikian deklarasi ini diumumkan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa memberikan perlindungan kepada perjuangan kita," pintanya.

DPD Jakarta tidak turut menyertakan sosok, yang dianggap pantas menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Prabowo.

Namun, menurut sejumlah lembaga survei, satu di antara persona yang dinilai sosok tepat mendampingi Prabowo adalah Gubernur DKI Anies Baswedan.

Anies bukan kader partai berlambang kepala burung Garuda tersebut. Namun, Partai Gerindra mengusung Anies dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017.

Dalam pilkada itu, Partai Gerindra memasangkan Anies bersama kadernya, Sandiaga Uno yang diplot sebagai wakil gubernur. Mereka menang.

Karenanya, kalau Anies jadi mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019, maka Sandiaga secara otomatis naik menjadi orang nomor satu di Jakarta.

Sandiaga Uno, yang juga hadir dalam deklarasi tersebut, mengakui bakal terus menuruti apa pun keputusan partai, termasuk kalau Anies diambil senjadi pendamping Prabowo.

"Saya sebagai kader Partai Gerindra selalu berprinsip sami'na wa atho'na (patuh dan taat) kepada partai. Apa pun keputusan yang diambil nantinya, setelah DPP mendapat aspirasi dari DPD Jakarta, saya hanya menunggu. Saya kan mendapat amanah di Jakarta," tukasnya, diplomatis.

Sandiaga menuturkan, sebagai kader Partai Gerindra sekaligus pengusaha, ia menginginkan Indonesia menjadi lebih baik.

Agar Indonesia menjadi lebih baik, Sandiaga menilai beragam pembenahan dan kemajuan harus dimulai dari Jakarta.

"Sebabnya, nanti Indonesia itu yang dilihat Jakarta. Sama seperti dalam politik. Kalau Jakarta sukses tahun 2017 sukses, ya Insya Allah perubahan yang sama akan dibawa untuk Indonesia pada 2019," jelasnya.

 Anies, yang turut menghadiri acara tersebut, justru enggan mengomentari deklarasi Prabowo menjadi calon presiden maupun kemungkinan dirinya menjadi bakal cawapres.

Menurutnya, hal tersebut bukan kewenangan dirinya yang datang sebagai undangan karena statusnya yang gubernur.

"Saya gubernur, tidak boleh politik begitu dong," kata Anies.

Kendati demikian, Anies menyampaikan ucapan selamat atas deklarasi pencalonan Prabowo menjadi calon presiden.

"Tapi yang jelas kami ucapkan selamat dan ini adalah keputusan DPD Gerindra dan mudah-mudahan konsolidasi berjalan lancar," ucap Anies.

Ketika ditanya apakah dirinya setuju Prabowo dicalonkan menjadi calon presiden, Anies mengaku hal tersebut menjadi kewenangan DPD.

"Keputusan DPD dong bukan saya," tandasnya.

Terpopuler

Terkini