Senin, 16 Juli 2018

Kader Gerindra Kena Sanksi Jika Tak Dukung Prabowo Nyapres

Keputusan diambil memalui rapat koordinasi nasional 2018 Partai Gerindra di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018) lalu.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Lili Handayani]
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/Lili Handayani]

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon tegaskan semua unsur di internal Gerindra telah bulat mendukung Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2019 yang akan datang. Bila ada yang tidak tidak setuju akan diberi sanksi.

"Kalau ada yang berbeda pendapat tentang pencalonan Pak Prabowo, saya kira pada saatnya nanti akan mendapatkan sanksi. Dan itu tidak ada sampai saat ini," kata Fadli di DPR, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Wakil Ketua DPR RI itu menjelaskan, keputusan mencalonkan Prabowo untuk kedua kalinya sebagai capres, adalah keputusan mutlak semua unsur kepengurusan Partai Gerindra. Mulai dari Dewan Pembina hingga Dewan Pimpinan Daerah di seluruh Indonesia.

Keputusan diambil memalui rapat koordinasi nasional 2018 Partai Gerindra di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4/2018) lalu.

"Seluruh pimpinan dari DPD dan Dewan Pembina hadir dan mereka menyampaikan pandangan umum yang merupakan pernyataan. Setelah itu mereka menandatangani. Jadi ada penandatanganan oleh Ketua dan Sekretaris DPD semua," ujar Fadli.

Penandatanganan hasil keputusan dimaknai bukan saja sebagai rapat koordinasi nasional. Melainkan juga telah menjadi hasil Rapat Pimpinan Nasional.

"Jadi sudah selesai suara di Gerindra bulat 100 persen. Tidak ada yang tidak bulat," kata Fadli.

Terpopuler

Terkini