Sabtu, 21 Juli 2018

Tangis Weny saat Kali Terakhir Merapikan Rambut Evan dan Nathan

"Biar terlihat ganteng nak," ujarnya sambil tetap menangis dan merapikan rambut kedua buah hatinya yang sudah terbujur kaku.

Suara.Com
Reza Gunadha
Korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Di Jalan Ngagel Madya Utara Vincentius Evan (11) dan Nathanael (8) disemayamkan di Adi Jasa Surabaya.
Korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Di Jalan Ngagel Madya Utara Vincentius Evan (11) dan Nathanael (8) disemayamkan di Adi Jasa Surabaya.

Suara.com - Tak peduli luka akibat terkena serpihan bom di tangan kirinya masih terasa perih, Weny terus berupaya mendandani dua buah hatinya. Sang ibu ingin, kedua putranya itu terlihat tampan sebelum dikebumikan.

Vincentius Evan (11) dan sang adik, Nathanael (8), meninggal dunia terkena serpihan bom bunuh diri teroris di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) akhir pekan lalu.

Selasa (15/5/2018), jenazah Evan dan Nathan disemayamkan di Rumah Duka Adi Jasa Surabaya. Banyak orang yang datang untuk menunjukkan duka cita, meski tak mengenal keduanya.

Weny sebenarnya belum dibolehkan keluar dari rumah sakit karena luka yang dideritanya. Tapi ia melawan. Ia ingin mendandani kedua putranya dan untuk kali terakhir melihat wajah mereka sebelum dimasukkan peti mati.

Sembari menangis di kursi roda, tangan kanan Weny mencoba untuk meraih wajah putra sulungnya. Ia lantas merapikan rambut Evan.

Setelahnya, ia menghampiri Nathan yang terbujur kaki. Sama, Weny juga merapikan rambut putra bungsunya.

"Biar terlihat ganteng nak," ujarnya sambil tetap menangis dan merapikan rambut kedua buah hatinya yang sudah terbujur kaku.

Weny hanya diberi waktu 4 jam oleh dokter untuk menjenguk kedua putranya di persemayaman Adi Jasa, Jalan Demak, Surabaya.

Selanjutnya Weny harus segera kembali ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih intensif.

Korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Di Jalan Ngagel Madya Utara Vincentius Evan (11) dan Nathanael (8) disemayamkan di Adi Jasa Surabaya. [Suara.com/Moh AinulYaqin]

Dalam keadaan terpukul kehilangan kedua putranya, Weny juga tetap berlapang dada memaafkan pelaku bom bunuh diri.

"Saya sudah memaafkan pelaku bom, selamat jalan Evan dan Nathan," ucapnya lirih.

Sementara Eri, Ayah Evan dan Nathan, hanya bisa melihat istrinya menangis meraung-raung di hadapan kedua putranya.

Eri tegar, menunggui jenazah kedua anaknya. Sesekali Eri berdiri untuk menyambut kerabat yang datang mengucapkan bela sungkawa.

Weny tak sendirian berduka. Rahmi, pengunjung rumah duka, mengakui turut berbela sungkawa kepada Evan dan Nathan meski tak mengenal keduanya.

"Saya tadi di situ, (persemayaman)  tetangga saya, tapi dapat kabar kalau ada korban bom, saya pengin tahu," ucapnya sambil berkaca-kaca matanya

Dirinya merasa iba melihat foto Evan dan Nathan yang dipasang di depan jenazah yang sudah dimasukkan peti itu.

"Kasian ya mas, anak masih lucu-lucunya umur segitu," ucapnya.

Dirinya semakin kaget ketika mengetahui sang ibu juga masih dirawat di Rumah Sakit. Tak mampu ia membayangkan isi hati dari orang tua Evan dan Nathan. 

Rahmi juga merasa keheranan terhadap pelaku teror.

"Apa membunuh anak tak berdosa ini yang disebut jihad untuk mati syahid," ujar ibu-ibu berjilbab itu.

Sementara informasi yang dihimpun,  Evan dan Nathan akan dikebumikan di Sukorejo Kab. Pasuruan pada (Minggu, 20/5/2018).

Terpopuler

Terkini