Jadi Korban Teror Penembakan Mobil, Ini Pengakuan Karyawan JICT

Korban merasa tak memiliki masalah dengan orang lain sebelum mobil pribadinya menjadi sasaran penembakan.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana
Jadi Korban Teror Penembakan Mobil, Ini Pengakuan Karyawan JICT
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta.

Suara.com - Polisi telah memeriksa karyawan operasional International Container Terminal (JICT) bernama Subianto terkait kasus penembakan terhadap mobil Chevrolet Spark berplat nomor B 1650 TRV yang dilakukan orang tak dikenal.

"Sementara korban (Subianto) sudah dimintai keterangan," kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Moh. Faruk Rozi kepada Suara.com, Kamis (28/6/2018).

Saat dilakukan pemeriksaan, korban merasa tak memiliki masalah dengan orang lain sebelum mobil pribadinya menjadi sasaran penembakan.

"Pengakuannya nggak ada masalah. Kita tanya ada masalah apa nggak, korbannya bilang nggak ada," kata Faruk.

Faruk menyampaikan, aksi penembakan itu baru ketahui korban saat hendak pulang kerja pada Rabu (27/8/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, korban melihat mobil yang di parkir area JICT mengalami kerusakan di kaca depan bagian kiri.

"Jadi ketahuannya itu ketika pemilik mobil mau pulang. Dilihat kacanya kok ada lubang, trus dia pun lapor ke polisi," kata dia.

Dari hasil olah TKP, kata Faruk, pelaku menggunakan senjata airsoft gun ketika menembak kaca bagian depan di kursi duduk penumpang.

"Ditembaknya menggunakan senjata airsoft gun. Kenapa kita tahu itu airsoft gun, karena dari hasil olah TKP di dalam mobil ditemukan gotri, peluru airsoft gun," kata dia.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kasus penembakan tersebut, polisi masih menyelidiki kasus tersebut guna mengungkap motif dan pelaku penembakan terhadap mobil milik karyawan JICT.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini