Rabu, 26 September 2018

Sering Gusur PKL, Kepala Pembinaan Satpol PP Tewas Ditusuk-tusuk

Kematian Jaka penuh kejanggalan. Banyak luka-luka di bagian wajah, tangan, dan kaki.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memimpin apel besar dalam Rangka HUT Satpol PP ke-66, Di Silang Monas, Jakarta, Rabu (13/4).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memimpin apel besar dalam Rangka HUT Satpol PP ke-66, Di Silang Monas, Jakarta, Rabu (13/4).

Suara.com - Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi (Satpol PP) Solo, Jaka Setiana ditemukan tewas mengenaskan. Dia ditemukan meninggal dunia dengan tubuh penuh luka, Kamis (13/9/2018) dini hari.

Jaka diduga dianiaya orang tidak dikenal. Jasad Jaka ditemukan dengan kondisi penuh luka di kediamannya, RT 005/RW009 Minapati, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Jaka yang kerap menertibkan pedagang kaki lima (PKL) serta hunian liar ini kali pertama ditemukan istrinya, Siti Munawaroh, pukul 02.00 WIB.

Saat ditemukan Jaka dalam kondisi tergeletak di teras kamarnya di lantai II. Mengetahui kondisi Jaka yang penuh luka dan darah di bagian tubuhnya, Munawaroh memanggil kakak kandungnya Suyamto yang berada di lantai satu.

Mereka kemudian membaringkan tubuh Jaka ke tempat tidur. Saat ditemukan Jaka sudah tidak bernyawa. Menurut penuturan anaknya, Adilla Scarlleta, 15, Jaka pulang ke rumah setelah bertugas mengamankan pelaksanaan Kirab Malam 1 Sura Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Rabu (12/9/2018) pukul 03.30 WIB.

"Bapak pulang langsung tidur di lantai II. Kamis pukul 02.00 WIB dibangunkan Ibu untuk salat Tahajud. Tapi ternyata Bapak sudah tergeletak di teras depan kamar," kata dia.

Saat ditemukan itu, kondisi Jaka penuh luka dan darah. Luka ada di bagian pelipis mata kiri, belakang telinga bagian kiri, luka di tangan kanan kiri serta kaki. Selain itu luka bekas benda tumpul di kepala.

"Darahnya ada di mana-mana," kata dia.

Kakak kandung Jaka, Sumarlis, 53, mengatakan kematian Jaka penuh kejanggalan. Banyak luka-luka di bagian wajah, tangan, dan kaki.

"Kami berharap bisa dilakukan visum atau autopsi karena ada kejanggalan. Tapi kami tetap menyerahkan kepada istri dan anak-anaknya," katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Agus Sis Wuryanto mengatakan selama ini Jaka dikenal sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan. Bahkan saat terakhir, Jaka masih bertugas mengamankan jalannya pelaksanaan Kirab 1 Sura.

Jaka meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Saat ini para pelayat terus berdatangan ke rumahnya.

Artikel ini sebelumnya dimuat oleh Solopos.com yang merupakan jaringan Suara.com dengan judul: Anggota Satpol PP Solo Meninggal Penuh Luka, Dianiaya?

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini