Rabu, 26 September 2018

Sandiaga Sebut Lebih dari 15 Relawan Jokowi Pindah ke Prabowo

Sandiaga tak ingin mengekspose berlebihan.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita
Sandiaga Uno. (Suara.com/Arga)
Sandiaga Uno. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Bakal Cawapres Sandiaga Uno menghadiri deklarasi relawan pendukungnya di Posko M16 di Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2018). Para relawan tersebut berasal dari perwakilan dari berbagai elemen pemuda dan mahasiswa, para aktifis lingkungan hidup, dan sejumlah guru.

Mereka menamakan dirinya sebagai relawan "Indonesia Muda". Sebagian relawan Indonesia Muda juga diisi oleh para bekas relawan dari kubu pasangan Bakal Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Calon Wakil Presiden Maruf Amin.

Para pendiri dan pengurus Indonesia Muda juga berasal dari aktivis Pro Demokrasi lintas generasi yang merupakan mantan relawan dan anggota rumah transisi Jokowi - JK 2014. Mereka adalah Sekjen Projo Guntur Siregar, Pendiri Bara JP Ucok Syafti Hidayat, dan Deklarator Jokower Dadan Hamdani.

Menanggapi kepindahan para relawan kubu Jokowi, Sandiaga mengatakan tak perlu mengekspos hal tersebut secara berlebihan. Pasalnya, dia khawatir hal tersebut akan memicu perpecahan di kalangan akar rumput.

"Ada lebih dari 15 relawan tapi menurut saya tidak perlu terlalu ekspos itu. Mereka menyatakan bergabung ya alhamdulillah. Menurut saya itu (ekspos) nanti berpotensi memecah belah bagi kita," kata Sandiaga.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menekankan agar proses politik berjalan secara damai dan sejuk. Dirinya menginginkan Pilpres 2019 tak ada saling todong dan saling klaim.

Sandiaga menyebut ada relawan dari beberapa partai koalisi kubu Jokowi - Maruf Amin yang merapat. Namun dirinya enggan membeberkan dan mengumumkannya kepada publik dan menyerahkan penilaian kepindahan relawan-relawan tersebut kepada masyarakat.

"Ada juga partai-partai dari Jokowi - Maruf Amin, tapi saya nggak mau rilis, buat apa. Mereka sudah menyatakan akan mendukung, ya sudah. Saya bilang kita cooling down, buat kampanye ini sejuk jangan saling colong, ini orang kita colong nggak usah begitu. Biar masyarakat menilai," tandasnya.

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini