Tiru Indonesia, Malaysia Kini Gencar Tenggelamkan Kapal Asing

Pada Minggu (14/10/2018) ada enam buah kapal nelayan asing ditenggelamkan di perairan Trengganu

Suara.Com
Bangun Santoso
Tiru Indonesia, Malaysia Kini Gencar Tenggelamkan Kapal Asing
Ilustrasi proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4).

Suara.com - Badan Penegakan Maritim Malaysia (Maritim Malaysia) bekerjasama dengan Badan Taman Laut Malaysia membuang enam perahu nelayan asing dengan cara ditenggelamkan pada posisi 2.33 batu nautika di Besut, Trengganu, Minggu (14/10/2018).

Kepala Maritim Negeri Pahang, Laksamana Muda Maritim Dato' Zulkarnain bin Mohd Omar mengatakan penenggelaman ini adalah untuk dijadikan karang buatan.

"Cara ini dapat menggalakkan biodiversiti laut yang akan memberi manfaat kepada seluruh kehidupan di laut dengan kadar pembiakan yang lebih baik terutama pembiakan ikan di perairan negara," katanya.

Zulkarnain mengatakan pembuangan ini juga untuk menyampaikan pesan yang jelas kepada masyarakat lokal dan internasional bahwa Maritim Malaysia amat serius menangani isu masuknya nelayan asing di perairan negara ini.

Dia menjelaskan proses pembuangan perahu nelayan asing terpaksa mengambil waktu yang agak lama khususnya untuk mendapatkan kelolosan perundangan yang mana selepas sidang mahkamah dan menetapkan hukuman atas pelaku serta memutuskan perahu dirampas barulah Maritim Malaysia bisa menenggelamkan perahu-perahu tersebut.

"Berbasarkan statistik hingga kini sebanyak 320 perahu nelayan asing dan lokal telah dijadikan karang di seluruh Malaysia, manakala di negeri-negeri yang terletak di pantai Timur sebanyak 313 buah perahu nelayan asing dan di Negeri Kelantan sebanyak 156 buah telah dijadikan karang," katanya seperti dilansir Antara.

Pelaksanaan pembuangan dengan menenggelamkan karang tiruan ini, juga merupakan usaha murni Maritim Malaysia bagi menambahkan lagi pendapatan para nelayan.

"Wujudnya karang tiruan ini akan menjadi habitat kehidupan laut membiak, sekaligus menambahkan sumber ikan kepada nelayan setempat," katanya.

Dia mengatakan sejak Januari hingga kini sebanyak 101 perahu nelayan asing telah ditahan di perairan negara yang mana 86 perahu tersebut merupakan perahu nelayan Vietnam.

Sedangkan statistik sejak 2006 hingga kini sebanyak 1173 perahu nelayan asing telah ditahan kerana telah masuk dalam perairan negara, yang mana sebanyak 698 adalah perahu nelayan dari negara Vietnam.

Maritim Malaysia akan terus meningkatkan lagi pemantauan dan patroli bagi memberantas aktifitasi yang menyalahi undang - undang di laut.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini