Senin, 19 November 2018

Kesaksian Kiai Asep : Jokowi Sujud Jari Kakinya Menghadap Kiblat

"Ini pasti karena terbiasa shalat," kata Kiai Asep.

Suara.Com
Iwan Supriyatna
Ilustrasi posisi shalat saat sujud.
Ilustrasi posisi shalat saat sujud.

Suara.com - Ketua Dewan Pembina Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan bila umat Islam terutama ulama menginginkan pemimpin yang takut dan bertaqwa kepada Allah maka pilihannya adalah Jokowi.

"Indikator takut dan taqwa itu shalat. Shalat Pak Jokowi baik, sesuai kitab Safinatus Shalat. Saya saksikan sendiri, tanpa hijab," kata Kiai Asep dalam Silaturahim Kiai dan Dai Muda di Bandung, Selasa malam.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur itu memberikan kesaksian atas cara shalat Jokowi.

"Waktu sujud jari-jari kakinya menghadap kiblat. Duduk iftirasy betul. Ini pasti karena terbiasa shalat," kata Kiai Asep.

Menurut dia, gerakan shalat bukan hal main-main. Ia menceritakan seorang kiai sepuh asal Nganjuk, KH Jamal, yang gundah setelah bermakmum pada seorang syekh asal Timur Tengah hanya gara-gara jari-jari kaki syekh itu tidak menghadap kiblat waktu sujud.

"Pak Jokowi juga shalat di awal waktu, sering puasa Senin-Kamis. Kalau ulama berdoa minta pemimpin yang takut Allah maka pilih Jokowi," katanya.

Di luar masalah keislaman Jokowi, Kiai Asep juga menyinggung kesungguhan Jokowi dalam mencintai bangsa dan negaranya, serta keinginan menyejahterakan rakyat.

"Kalaupun sekarang belum bisa menyejahterakan, Pak Jokowi sudah merintis ke arah itu. Freeport berusaha dikuasai, infrastruktur dibangun, itu semua arahnya ke sana. Ini langkah yang membutuhkan keberanian," katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Asep, bisa disimpulkan bahwa Jokowi telah memberikan bukti dan kerja nyata.

"Pak Jokowi telah melakukan kerja konkret menuju kesejahteraan, ini bukti, jangan dikalahkan oleh sesuatu yang baru janji," katanya.

Ia pun secara khusus mengajak masyarakat Jawa Barat yang mayoritas Islam ahlussunnah waljamaah (Aswaja) untuk berani memenangkan Jokowi.

"Tahun 2014 Pak Jokowi kalah di Jawa Barat. Sekarang gubernurnya Aswaja, kita harus berani memenangkan Pak Jokowi, minimal 70 persen, apalagi pendampingnya ulama yang benar-benar ulama," katanya. (Antara)

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini