Senin, 19 November 2018

Maria Ozawa: Setelah Mengambil Paspor Saya, Mereka Minta Selfie

Serius? Setelah melecak saya dan mengambil paspor saya? tukasnya

Suara.Com
Reza Gunadha
Maria Ozawa diperiksa di Kantor Imigrasi Denpasar, Bali. [dok.WhatsApp]
Maria Ozawa diperiksa di Kantor Imigrasi Denpasar, Bali. [dok.WhatsApp]

Suara.com - Maria Ozawa alias Miyabi, mantan bintang film dewasa beken asal Jepang, menyebut insiden paspornya diambil saat mengikuti pesta ulang tahun teman baiknya di Denpasar, Bali, Selasa (6/11) malam, adalah pengalaman mengerikan.

Miyabi yang bernama asli Sayaka Stephanie Strom ini menuturkan, dirinya tak habis pikir petugas keimigrasian melakukan perbuatan seperti itu hanya karena menerima informasi yang menurutnya tidak benar.

”Mereka mengambil pasporku di arena pesta, dan kabur begitu saja. Akhirnya aku ke kantor imigrasi Denpasar. Di sana, petugas mengatakan seseorang dari pesta mengatakan kepada mereka bahwa aku mencoba melakukan sesuatu yang buruk atau bisnis. Semua itu kebohongan,” tulisnya dalam akun Instagram pribadinya, Rabu (7/11/2018).

Ia menjelaskan, petugas membicarakan banyak hal yang disebutnya omong kosong selama 2 jam, petugas keimigrasian menyodorkan berkas untuk ditandatangani.

Maria Ozawa mengakui tak habis pikir, setelah seluruh proses tersebut, saat dirinya hendak keluar dari kantor tersebut, sejumlah petugas justru mengajaknya berswafoto alias selfie.

”Saat aku berjalan keluar dari kantor itu, mereka meminta aku untuk berfoto selfie dengan mereka. Serius? Setelah melecak saya dan mengambil paspor saya?” tukasnya dalam bahasa Inggris.

Sebelumnya diberitakan, Maria Ozawa mengakui adanya tidak mengetahui pasti maksud aparat keimigrasian yang menginterogasinya selama 4 jam.

”Saya menghadiri pesta ulang tahun teman baik saya, Barbie Nouva. Saat pesta itu berakhir, dua orang dari keimigrasian datang dan meminta paspor. Setelah diberikan, mereka pergi begitu saja membawa paspor saya,” tulis Miyabi dalam bahasa Inggris.

Ia menjelaskan, tidak memunyai pilihan lain kecuali mengikuti kedua orang tersebut ke kantor keimigrasian.

Saat meminta kejelasan di kantor tersebut, kata Miyabi, petugas mengakui mendapat informasi dari seorang peserta pesta bahwa dirinya hendak melakukan hal buruk.

”Saya tahu semua informasi itu hanya omong kosong. Setelah mendengarkan bualan mereka selama 2 jam, akhirnya saya diberikan sejumlah berkas untuk ditandatangani. Seusai saya mau menandatanganinya, barulah pasor dikembalikan,” jelasnya.

Miyabi mengakui kecewa terhadap perlakuan tersebut. ”Itu adalah pengalaman mengerikan. Berhentilah melecehkan saya,” tegasnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini