Potensi Kebakaran Hutan Menurun, Manggala Agni Tetap Siaga

Manggala Agni bisa mulai berpatroli seperti biasa.

Suara.Com
Fabiola Febrinastri
Potensi Kebakaran Hutan Menurun, Manggala Agni Tetap Siaga
Tim Manggala Agni. (Dok: KLHK)

Suara.com - Masuki November, intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun, sehingga masa siaga darurat bencana asap dampak karhutla di beberapa provinsi telah dan akan segera berakhir. Meskipun demikian, Manggala Agni tetap menjaga kesiagaan dan kewaspadaan akan potensi karhutla.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan, menegaskan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap menjadi hal penting bagi Manggala Agni, sebagai ujung tombak pengendalian karhutla di lapangan. Penurunan intensitas karhutla pada permulaan November menjadi kesempatan Manggala Agni untuk melakukan aksi selain pemadaman, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, dan penguatan kapasitasnya.

“Pencegahan tetap menjadi prioritas dalam pengendalian karhutla. Patroli rutin oleh Manggala Agni tetap digiatkan. Selain untuk memantau wilayah kerjanya dari potensi karhutla, patroli ini juga dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat," ujarnya.

Tiga provinsi rawan karhutla sudah mengakhiri masa siaga darurat bencana asap dampak karhutla, yaitu Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan Selatan. Sementara provinsi lainnya, seperti Kalimantan Tengah, akan berakhir pada 10 November 2018.

Riau berakhir pada 30 November 2018, sedangkan masa status siaga darurat Kalimantan Barat masih akan berjalan hingga 31 Desember mendatang.

Sementara itu, menurut prediksi BMKG, kecenderungan elnino lemah masih akan terjadi hingga Desember, namun akan kembali meningkat pada pada Januari hingga Maret 2019. Kondisi ini tentu harus diantisipasi dengan berbagai langkah preventif di lapangan, sehingga kondisi cuaca pada bulan-bulan mendatang tidak berdampak pada meningkatnya intensitas karhutla di Indonesia.

Berdasarkan pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu (7/11/2018), pukul 06.00 WIB, terpantau nihil hotspot di seluruh wilayah Indonesia. Pantauan ini dilakukan satelit NOAA dan TERRA AQUA.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini