Yusril Ihza Mahendra Ungkap Hubungannya dengan Ketua PKI DN Aidit

"Sebagai sesama orang sekampung, hubungan kami baik-baik saja, tukasnya.

Suara.Com
Reza Gunadha
Yusril Ihza Mahendra Ungkap Hubungannya dengan Ketua PKI DN Aidit
Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra (kiri) dan Ketua CC PKI DN Aiditi (kanan). Foto ini hasil kolase Suara.com, dan dibuat untuk kepentingan pemberitaan, bukan untuk mendukung hoaks. [kolase Suara.com]

Suara.com - Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum Partai Bulan Bintang, dituding memunyai hubungan akrab dengan mendiang Ketua CC PKI Dipa Nusantara Aidit setelah menjadi pengacara Capres dan Cawapres nomor urut 2 Jokowi – Maruf Amin.

Menjawab tudingan tersebut, Yusril dalam keterangan resminya yang diterima Suara.com, Minggu (11/11/2018), menegaskan tidak pernah bertemu, apalagi berteman akrab dengan DN Aidit meski sama-sama satu kampung halaman.

”Saya lahir di Belitung Timur tahun 1956. DN Aidit  lahir di Belitung Barat  tahun 1923. Sampai meninggalnya DN Aidit tahun 1965, saya tidak pernah bertemu beliau,” Yusril Ihza Mahendra.

Namun, Yusril mengakui, ayahnya yang bernama Idris bin Haji Zainal mengenal baik DN Aidit, karena seusia.

”Kalau DN Aidit pulang ke Belitung, kadang bertemu juga dengan ayah saya,” tukasnya.

Secara ideologi, kata Yusril, keluarganya dan keluarga DN Aidit sangat bermusuhan. Ia menuturkan, keluarganya kental berdarah politik Partai Masyumi—partai Islam terbesar pada era Orde Lama.

Sementara sejumlah keluarga DN Aidit merupakan politikus PKI. Tapi, kata Yusril, ada pula keluarga DN Aidit yang justru kader-kader Masyumi.

”Keluarga saya dan keluarga DN Aidit yang PKI sangat bermusuhan. Keluarganya (DN Aidit) yang Masyumi tentu tidak. Namun sebagai sesama orang sekampung, hubungan kami baik-baik saja,” tukasnya.

Karenanya, setiap orang bisa bermusuhan karena persoalan ideologi dan politik, tapi tetap berhubungan baik secara pribadi.

Situasi seperti itulah, yang menurut Yusril sudah menghilang dalam adab politik nasional Indonesia pada zaman kiwari.

”Saat saya bersedia menjadi pengacara Jokowi – Maruf Amin, bisakah kita tetap baik antarsesama dan saling menghormati? Saya khusnuzzon saja dengan pertanyaan Anda, maka sebelum dijawab orang lain, lebih baik saya yang langsung menjawabnya,” tandasnya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini