Senin, 10 Desember 2018

Prabowo Ribut Jumlah Peserta Reuni 212, Mardani: Number doesn't Matter

"Panitia menyediakan 5 atau 7 drone (pesawat nirawak) dibagi per area, dihitung bisa," ujarnya.

Suara.Com
Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari
Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)
Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai jumlah orang yang hadir dalam aksi Reuni Akbar 212 tidak perlu diperdebatkan. Menurutnya yang terpenting kesuksesan acara reuni eks demonstran anti-Ahok itu berlangsung tertib.

Pernyataan Mardani itu menyusul penegasan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang sempat menyoroti sejumlah media massa tidak memberitakan peserta acara di Lapangan  Monas, Minggu (2/12) akhir pekan lalu itu mencapai 11 juta orang.

Jumlah 11 juta orang itu adalah klaim Prabowo. Sementara Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo memperkirakan jumlah peserta aksi itu cuma 40 ribu.

"Buat saya, numbers doesn't matter (angka bukan masalah). Tapi keadilan itu matters, kedamaian, ketertiban, kemarin rumput tidak diinjak, buat saya itu sebuah orkestrasi di mana rakyat Indonesia bukan cuma yang muslim ya, tapi siapa saja bisa hadir dengan damai," kata Mardani di DPR RI, Kamis (6/12/2018).

Mardani menilai, jumlah peserta yang hadir saat Reuni 212 tidak bisa dihitung tanpa ada campur tangan dari ahli statistik. Kata dia, hal tersebut bisa dilakukan dengan didukung teknologi.

"Panitia menyediakan 5 atau 7 drone (pesawat nirawak) dibagi per area, dihitung bisa," ujarnya.

Mardani juga menilai, perdebatan soal jumlah peserta aksi terjadi karena tak ada pernyataan resmi dari panitia.

"Kalau menurut saya mungkin karena enggak ada konferensi pers. Karenanya dimungkinkan perbedaan jumlah antara peserta dan media massa. Jadi kalau buat saya, pernyataan Pak Prabowo adalah pernyataan kebijaksanaan pemimpin agar media berlaku adil.”

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini