Jum'at, 14 Desember 2018

Sandiaga Uno Prihatin Jokowi Terus Diserang Isu PKI

Menurut Sandiaga, dalam Pilpres 2019 ini yang seharusnya jadi fokus utama ialah isu ekonomi.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Ria Rizki Nirmala Sari
Cawapres Sandiaga Uno usai salah berjamaah di Masjid Jami Annur, Kapuk, Cikampek, Jakarta Barat. Suara.com/Ria Rizki Nirmala)
Cawapres Sandiaga Uno usai salah berjamaah di Masjid Jami Annur, Kapuk, Cikampek, Jakarta Barat. Suara.com/Ria Rizki Nirmala)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku prihatin mendengar Presiden Jokowi terus diserang dengan isu PKI. Dirinya khawatir isu-isu tidak substantif yang dilempar selama masa kampanye itu malah memecah belah bangsa. 

Sandiaga mengungkapkan simpatiknya kepada Jokowi yang seringkali curhat karena digosipkan memiliki keturunan dari keluarga PKI. Padahal kata Sandiaga dalam Pilpres 2019 ini yang seharusnya jadi fokus utama ialah isu ekonomi.

"Saya juga prihatin dan saya bersimpati pada Pak Presiden dan kita lihat bahwa Pilpres ini tentang ekonomi, ini referendum ekonomi dan kecuali ekonomi ini berkaitan dengan ideologi komunis tapi menurut saya ini bukan," kata Sandiaga di Mall Metro Cipulir, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (8/12/2018). 

Isu ekonomi yang selalu disampaikan Sandiaga sudah seyogyanya ditujukan untuk masyarakat itu sendiri. Sandiaga ingin memastikan kalau tenaga-tenaga kerja Indonesia tidak kehabisan lahan karena banyaknya tenaga kerja asing. 

Justru kata Sandiaga kalau masyarakat terus disuguhkan dengan isu-isu yang tidak substantif dengan kelangsungan hidup masyarakat, malah akan memancing perpecahan bangsa. 

"Kita ingin industri investasi dan Job Fair buat siapa? Ya buat pekerja indonesia, nah itu lebih esensial menurut saya dan kita harus fokus di bidang ekonomi. Hal yang lain di luar bidang ekonomi saya khawatir akan memecah belah kita," pungkasnya. 

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini