Kamis, 13 Desember 2018

Ulama dari Lebanon Kagumi Toleransi di Indonesia, Begini Isi Nasehatnya

Point yang dimaksud sangat diwanti-wanti oleh Zuher agar tidak terjadi di Indonesia.

Suara.Com
Ade Indra Kusuma | Walda Marison
Ilustrasi ulama, pemuka agama beri ceramah, pesan, wejangan [shutterstock]
Ilustrasi ulama, pemuka agama beri ceramah, pesan, wejangan [shutterstock]

Suara.com - Salah satu pemuka agama asal Lebanon, Syekh Zuher Usman Usaid mengaku kagum dengan kebersatuan Indonesia dalam keberagaman.  Menurutnya hal itu mencerminkan Indonesia sebagai negarai Islam dengan tingkat toleransi yang tinggi antar ras dan agama.

Namun iya menitipkan satu pesan kepada Indonesia untuk menjaga kebersamaan itu. Iya Berharap Indonesia menghindari pertikaian antara golongan minoritas dan mayoritas.

"Kuncinya beliau pesan kepada masyarakat Indonesia untuk tidak terpecah belah jangan saling menghina dan mengejek.  Jangan saling merengek, jangan pernah kita mendiskreditkan orang lain atau mengkafirkan orang lain sesama muslim ataupun non muslim," ujar salah satu tamu undangan,  ketua Laziznu Ahmad Sudrajat saat menterjemahkan ceramah yang diberikan Zuher.

Perlu diketahui,  Zuher diundang oleh penyelenggara acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad sebagai penceramah. Acara tersebut digelar di Masjid Istiqlal,  Sabtu (8/12/2018)

Point tersebut sangat diwanti wanti oleh Zuher.  Pasalnya pertikaian antar ras akan menjadi cikal bakal perpecahan ditengah masyarakat.  Zuher mengakui hal itulah yang sedang terjadi di negara negara Islam di timur tengah.

Selain menghindari adanya pertikaian antara umat,  Zuher juga berpesan bagi umat manusa untuk tidak main hakim sendiri dalam menghukum sesama manusia. Pasalnya manusia ini tidak punya hak untuk menghukum seseorang atau main hakim sendiri.

"Sesama non muslim jangan menghina mereka karena merekanjuga mahluk tuhan.  Seandainya kita menghukum orang itu bukan hak kita itu hak Allah.  Biar Allah yang menghukumnya," lanjutnya.

Ia berharap persatuan Indonesia dalam keberagaman bisa terus dipertahankan. Supaya Indonesia bisa menjadi bisa menjadi representasi agama Islam yang identik dengan perdamaian.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini