Rabu, 19 Desember 2018

Api di Malam Minggu, Sebuah Rumah Peninggalan Kolonial Habis Terbakar

Belasan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api

Suara.Com
Bangun Santoso
Petugas kebakaran saat memadamkan api yang membakar sejumlah rumah warga di Surabaya, Sabtu (8/12/2018) malam. (Suara.com/Dimas Angga P)
Petugas kebakaran saat memadamkan api yang membakar sejumlah rumah warga di Surabaya, Sabtu (8/12/2018) malam. (Suara.com/Dimas Angga P)

Suara.com - Kebakaran kembali terjadi di Surabaya , kali ini lima rumah warga yang berlokasi di Jalan Kapasan Dalam, Gang II, Surabaya dilalap si jago merah. Sebuah rumah kuno peninggalan kolonial ikut terbakar.

Peristiwa yang terjadi Sabtu (8/12/2018) malam itu menggegerkan warga. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang datang ke lokasi cukup kesulitan menaklukan api yang membesar.

Belasan mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api kesulitan untuk bisa mendekat ke sumber api. Hal itu karena jalan di kampung Kapasan Dalam sangat kecil. Sehingga mobil Damkar tak bisa mendekat ke titik api.

Siti, salah seorang warga yang melihat kejadian insiden itu mengatakan, kebakaran terjadi dari salah satu rumah sekitar pukul 20.30 WIB. Api cepat menjalar lantaran padatnya rumah di kawasan tersebut. Ditambah beberapa hari ini, Surabaya tak diguyur hujan menjadikan api mudah menjalar.

"Tadi saat di dalam rumah ada aroma terbakar, saat lihat keluar, ternyata ada ramai-ramai di kampung sebelah, katanya kebakaran," ujar Siti.

Sementara warga lain, William Soeyanto mengatakan, kebakaran diduga mulai pukul 20.00 WIB, yang diperkirakan dari rumah warga bernama Gombloh.

"Api kemungkinan berasal dari rumah nomor 27, atau rumah Pak Gombloh. Kebetulan di kawasan sini (Jalan Kapasan Dalam Gang II) banyak rumah kuno yang terbuat dari kayu. Kemungkinan inilah yang menyebabkan banyak rumah mudah terbakar," jelasnya.

Menurut dia, pada saat kebakaran di rumah Gombloh masih terdapat banyak orang di dalamnya. Namun ketika terjadi kebakaran orang-orang langsung berhamburan ke luar menyelamatkan diri.

"Mudah-mudahan tidak ada korban di rumah Pak Gombloh, karena setahu kami mereka langsung menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran," katanya.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini