Usai Penembakan OPM, TNI Berniat Ambil Alih Proyek Trans Papua

Danrem 172/PWY Jonathan B Parluhutan mengatakan rencana pengambilalihan proyek itu saat ini sedang dikomunikasikan dengan Mabes TNI.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana
Usai Penembakan OPM, TNI Berniat Ambil Alih Proyek Trans Papua
Personel Brimob didatangkan dari Timika di Wamena. (Kabarpapua.co/Stefanus Tarsi)

Suara.com - TNI berencana mengambil alih pembangunan jalan di Trans Papua dan jembatan di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua yang menjadi lokasi pembunuhan pekerja PT Istaka Karya oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Danrem 172/PWY Jonathan B Parluhutan mengatakan rencana pengambilalihan proyek itu saat ini sedang dikomunikasikan dengan Mabes TNI.

Ia mengatakan sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti pascapenembakan yang menewaskan puluhan pekerja. Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur.

"Mungkin satu dua minggu ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja," kata Jonathan seperti dikutip Antara, Kamis (13/12/2018)

Pihak TNI juga membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi Presiden bisa terus dilakukan.

"Apapun yang terjadi, kita harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua," katanya.

Danrem 172/PWY belum mengetahui pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana, namun diperkirakan di atas 500 orang dan ditambah pasukan pengamanan.

"Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, sehingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah. Karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua," katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI.

"Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita," katanya.

Marbun mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan transPapua itu masih dipersiapkan.

"Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personilnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya," katanya.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen.

"Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI," katanya.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini