Pemerintah Diminta Bantu Kehidupan Keluarga Korban Ledakan Bom

"Kami jangan diberi ikan, tapi beri kailnya,"

Suara.Com
Iwan Supriyatna | Stephanus Aranditio
Pemerintah Diminta Bantu Kehidupan Keluarga Korban Ledakan Bom
Ilustrasi sejumlah keluarga korban bom terorisme melakukan aksi tabur bunga di lokasi teror Jalan MH Thamrin, Jakarta. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Komunitas korban bom Thamrin yang tergabung dalam Sahabat Thamrin meminta pemerintah secara merata memberikan kompensasi terhadap para korban bom di Indonesia.

Juru bicara Sahabat Thamrin, Dwi Siti Rhomdoni mengatakan, ada beberapa korban bom di Indonesia yang belum mendapatkan kompensasi dari pemerintah.

Tercatat, 16 korban bom sudah diberi kompensasi dengan rincian 13 orang korban bom Thamrin dan tiga orang korban bom Kampung Melayu menerima kompensasi pada 18 Agustus 2018 lalu.

"Teman-teman yang lain kan ada yang belum seberuntung kami mendapatkan kompensasi, kami sering bertemu di komunitas dan berjuang untuk mendapatkan kompensasi tersebut," kata Dwi Siti di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

Sahabat Thamrin juga berharap pemerintah tak hanya memberikan kompensasi tapi juga memberikan bimbingan agar para korban bom yang ada di Indonesia bisa kembali menjalani kehidupan.

"Kami jangan diberi ikan, tapi beri kailnya, agar para penyintas ini bisa mengembangkan diri yang berkesinambungan untuk melanjutkan kehidupan mereka, kompensasi ini hanya bisa untuk saat ini saja," jelas Dwi.

Sahabat Thamrin adalah komunitas korban bom terorisme yang terjadi pada 14 Januari 2016 lalu, anggotanya terdiri dari 14 orang keluarga korban dan korban yang selamat.

Mereka tergabung dalam Yayasan Penyintas Indonesia yang didalamnya terdapat keluarga korban bom dari berbagai daerah di Indonesia seperti korban bom Bali dan bom JW Marriot, Jakarta.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini