Minggu, 20 Januari 2019

Harga Tomat Melonjak, Sandiaga Sindir Pemerintah Tak Berpihak ke Rakyat

"Masa ditingkat petani harganya jeblok sementara di Pasar Lokbin Rorotan harganya tinggi.

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Chyntia Sami Bhayangkara
Harga Tomat Melonjak, Sandiaga Sindir Pemerintah Tak Berpihak ke Rakyat
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (Suara.com/Chyntia Sami)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menuding pemerintah tidak menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Sebab, harga sayur mayur seperti tomat melonjak tajam di Ibu Kota sementara di tingkat petani harganya justru anjlok.

Dari hasil kunjungannya ke Pasar Lokbin Rorotan , Cilincing, Jakarta Utara, Sandiaga mendapati fakta kalau harga tomat melonjak menjadi Rp 17 ribu per kilogramnya. Sementara, saat ia mengunjungi petani tomat di Malang, Jawa Timur, harga tomat justru anjlok.

"Ada harga yang melonjak tomat sampai Rp 17 ribu. Saya kemarin ke Malang harga tomat anjlok, jadi ini nggak sinkron," kata Sandiaga saat ditemui di Pasar Lokbin Rorotan, Jakarta Utara, Minggu (13/1/2019).

Lebih miris lagi, kata dia, harga cabai merah di Jakarta mencapai Rp 30 ribu per kilogram sementara di Demak cabai justru dibuang-buang karena tidak laku dan harga jualnya sangat rendah.

"Pemerintah mestinya membidik dan memfokuskan untuk menghadirkan harga-harga yang stabil dan terjangkau," imbuh Sandiaga.

Mantan Wagub DKI Jakarta ini kemudian menduga ada sistem distribusi yang bermasalah sehingga menyebabkan ketidaksesuaian harga dari produsen ke konsumen. Sandiaga pun menyindir pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat sehingga membiarkan hal ini terjadi.

"Nah di sini pemerintah harus hadir . Masa ditingkat petani harganya jeblok sementara di sini harganya tinggi. Ini ada sistem distribusi yang mesti dibenahi," ungkap Sandiaga.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini