Hasil Tes Kejiwaan, Lelaki yang Duduki Alquran Idap Skizofrenia Paranoid

Rina mengungkapkan, lelaki yang diperkirakan berusia 50-60 tahun ini mengidap gangguan jiwa cukup lama.

Suara.Com
Agung Sandy Lesmana
Hasil Tes Kejiwaan, Lelaki yang Duduki Alquran Idap Skizofrenia Paranoid
Pria yang menduduki Alquran meronta-rontak menolak dibawa polisi ke rumah sakit. [Sukabumipudate/Fadilla]

Suara.com - Pelaku yang ditangkap menduduki Alquran di Masjid Agung Kota Sukabumi dinyatakan mengidap skizofrenia paranoid, yakni gangguan kejiwaan berupa halusinasi dan delusi. Hal itu diketahui setelah lelaki bernama Abud Lakum Dinukum Waliyadin alias Ma Abud menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi.

"Sudah mendapat pemeriksaan dari dokter spesialis kejiwaan yang menangani yakni dokter Tommy, bahwa yang bersangkutan mengidap skizofrenia paranoid. Kini yang bersangkutan sedang mendapat perawatan di ruang Kemuning," kata Rina seperti dilansir Sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com, Kamis (17/1/2019).

Rina mengungkapkan, lelaki yang diperkirakan berusia 50-60 tahun ini mengidap gangguan jiwa cukup lama. Namun, belum diketahui secara pasti sejak kapan Ma Abud mengidap penyakit tersebut. Sebab, kata Rina, penelusuran itu sulit dilakuka karena pelaku tak pernah menjalani pemeriksaam kejiwaan di RSUD R Syamsudin.

"Hasil data medis yang bersangkutan tidak memiliki riwayat berobat ke kita," tandasnya.

Diketahui, Ma Abud ditangkap setelah kedapatan menduduki Alquran di Masjid Agung Kota Sukabumi, Rabu (16/1/2019) sore. Saat nekatnya menduduki kitab suci umat muslim itu juga sempat direkam sejumlah pelajar dari SMAN 4 Kota Sukabumi yang ada di lokasi masjid. Video berisi aksi nekat Ma Abud pun bahkan viral do di media sosial.

Dalam video tersebut, sambil merokok pria ini bicara tak karuan dan bahkan mengaku tuhan. Tiba-tiba Alquran yang ada ditangannya ditaruh di lantai dan didudukinya. Pelajar dan seseorang yang berada di masjid sudah memperingatkan pria tersebut namun tak digubrisnya.

Setelah video ini tersebar, polisi bergerak cepat untuk mengamankan pelaku. Saat dibawa ke rumah sakit oleh polisi, pria tersebut meronta-ronta dan menolak masuk mobil polisi. Polisi pun harus memaksa pria itu masuk ke dalam mobil ambulans Polres Sukabumi Kota.

Sumber: Sukabumiupdate.com

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini