Amerika Serikat Membeku, Suhu Lebih Dingin dari Antartika

Selain menyebabkan sejumlah warga meninggal, air terjun Niagara juga membeku karena suhu dingin

Suara.Com
Bangun Santoso
Amerika Serikat Membeku, Suhu Lebih Dingin dari Antartika
Pemandangan es menutupi garis pantai Danau Erie dengan garis langit Cleveland di belakang saat fenomena "polar vortex" di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, Kamis (31/1/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Aaron Josefczyk

Suara.com - Sejumlah kota di kawasan tengah barat Amerika Serikat dilanda cuaca ala kutub yang menyebabkan suhu menembus minus 54 derajat Celsius. Sebagian wilayah Negeri Paman Sam itu pun membeku bak cerita film The Day After Tomorrow yang dibintangi aktor Jake Gyllenhaal.

Di Kota Chicago, misalnya, temperatur mencapai minus 30 derajat celsius. Bahkan, temperatur di sebuah kota kecil di Negara Bagian North Dakota menyentuh minus 54 derajat Celsius demikian seperti dikutip dari laman BBC.

Cuaca luar biasa dingin ini berdampak kepada 250 juta warga AS. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan ratusan sekolah terpaksa ditutup.

Salju diperkirakan akan jatuh di sepanjang kawasan Great Lakes hingga New England di bagian pesisir timur AS. Ketinggian salju di Negara Bagian Wisconsin, misalnya, diestimasi akan mencapai 60 centimeter.

Status darurat telah diberlakukan di sejumlah negara bagian, seperti Wisconsin, Michigan, dan Illinois hingga di daerah selatan yang biasanya lebih hangat seperti di Alabama dan Mississippi.

"Ini mungkin saat bersejarah," kata Ricky Castro, ahli meteorologi dari National Weather Service (NWS) di Illinois seperti dikutip dari BBC.

NWS memperingatkan masyarakat bahwa mati rasa bakal terjadi hanya dengan menghabiskan 10 menit di luar ruangan.

Sejauh ini Grand Forks di North Dakota mencatat suhu terendah pada Rabu (30/1) pagi, yaitu minus 54 derajat Celsius.

Pada akhir pekan ini, sebanyak 20 juta orang di daratan AS diperkirakan akan mengalami suhu minus 28 derajat Celsius atau lebih rendah.

Korban Meninggal Dunia

Pemandangan dari sebuah jalan yang ditutup saat fenomena "polar vortex" di Buffalo, New York, Amerika Serikat, Kamis (31/1/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lindsay DeDario
Pemandangan dari sebuah jalan yang ditutup saat fenomena "polar vortex" di Buffalo, New York, Amerika Serikat, Kamis (31/1/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Lindsay DeDario

Pada Rabu (30/1), dua warga Michigan ditemukan meninggal dunia di kawasan permukiman mereka, sebagaimana dilaporkan kantor berita Associated Press.

Salah seorang di antara mereka, menurut aparat, mengalami disorientasi dan berjalan di tengah cuaca ekstrem tanpa busana yang mampu menahan dingin.

Sehari sebelumnya, pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal dalam kondisi membeku di Milwaukee, Wisconsin. Bagian forensik menyatakan orang tersebut "tampaknya kolaps setelah menyekop salju".

Di Pekin, Illinois, NBC News melaporkan seorang pria berusia 82 tahun meninggal akibat hipotermia di luar rumahnya.

Kemudian, seorang pria berusia 75 tahun tewas akibat terkena kendaraan penyekop salju. Insiden ini tengah diinvestigasi, sebut WGN9 News.

Di Indiana bagian utara, pasangan muda meninggal dunia akibat tabrakan di jalan yang licin karena es.

Air Terjun Niagara Membeku

Sementara itu, The Independent mewartakan, gambar terbaru dari air terjun Niagar menunjukkan pemandangan menarik seperti lokasi set film animasi Disney, Frozen.

Di mana saat ini Amerika Serikat tengah dilanda suhu ekstrem yang disebut bahkan lebih dingin dari Antartika. Akibatnya, sebagian air terjun Niagara membeku. Sebagian dengan uap yang dapat terlihat muncul akibat pertemuan suhu air yang lebih hangat dengan udara dingin.

Hal itu dipicu oleh fenomena polar vortex atau pusaran kutub yang merupakan kumpulan udara di bawah suhu beku membuat wilayah di Amerika Serikat lebih dingin dari Antartika.

Sementara, suhu di negara bagian North Dakota disebutkan mencapai 32 derajat di bawah nol Celcius, dan minus 52 derajat Celcius tercatat di Minnesota.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini