Pacu Produksi Jagung Nasional, Kementan Siapkan 4 Solusi Permanen

Peningkatan produksi akan mencukupi permintaan pasar dan menambah volume ekspor Indonesia

Suara.Com
MN Yunita
Pacu Produksi Jagung Nasional, Kementan Siapkan 4 Solusi Permanen
Pemerintah dorong produksi jagung nasional. (Dok:Kementan)

Suara.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan Pemerintahan Jokowi-JK berkomitmen meningkatkan produksi jagung nasional sehingga kebutuhan jagung dalam negeri khususnya untuk peternak unggas dapat tercukupi. Mentan juga mengungkapkan adanya peningkatan produksi tersebut dapat menambah volume ekspor Indonesia.

“Solusi permanen bagi kemitraan petani jagung dan peternak unggas merupakan kunci dalam mewujudkan swasembada jagung nasional dan peningkatan volume ekspor tersebut, sekaligus memenuhi kebutuhan pakan ternak,” ungkap Mentan saat melakukan  panen raya jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Lamongan, Rabu (6/02/2019).

Ia membeberkan solusi permanen sangat penting dalam memotong rantai pasok yang selama ini masih panjang sehingga menyebabkan kelangkaan stok dan melonjaknya harga jagung yang tidak wajar. Oleh karena itu, mengatur lokasi antar wilayah produsen jagung dengan peternak menjadi sangat penting, sehingga rantai distribusi jagung menjadi lebih efisien efisien.

“Misalnya di Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Blitar. Distribusi jagung dari produsen ke konsumen sangat efisien sehingga tidak ada lagi alasan stok jagung untuk pakan petenak unggas mandiri itu langka. Harga jagung di tingkat petani pun tidak jatuh ketika panen,” katanya.

Solusi kedua, sambung Amran, Kementan akan mendorong Bulog untuk berperan sebagai satu-satunya perantara. Bulog harus segera menyerap jagung dengan harga yang menguntungkan petani dan menjamin stok untuk kebutuhan peternak unggas mandiri. 

"Sesuai arahan Presiden Jokowi, harga jagung di tingkat petani tidak boleh di bawah Rp3.150 per kg. Bulog diminta menyerap jagung petani. Artinya, ada kepastian jagung petani diserap dengan harga yang menguntungkan dan hasilnya dikirim langsung ke peternak unggas mandiri dengan harga yang stabil,” ujarnya.

Ketiga, harga jagung harus dibuat berdasarkan kesepakatan antar ketiga pihak yakni petani, Bulog dan peternak unggas mandiri. Stok dan harga jagung tidak lagi dipermainkan tengkulak sehingga karut marut harga jagung tidak lagi terjadi.

"Ini semua untuk rakyat, bukan untuk tengkulak. Kami tidak ingin dipermainkan. Ini solusi konkret dan permanen," tegas Amran.

Sementara solusi keempat, untuk mendukung kesepakatan tersebut, Kementan membantu fasilitasi benih, pupuk, dryer (mesin pengering) dan corn harvester (mesin panen jagung). Kementan telah mengalokasi anggaran yang cukup besar untuk kegiatan dari budidaya hingga pascapanen.

“Ini merupakan solusi permanen dalam rangka menyejahterakan petani jagung dan pemenuhan bahan pakan ternak bagi peternak unggas mandiri. Untuk itu, model ini akan diduplikasikan ke wilayah lain yang memiliki karakteristik serupa,” tandas Amran.

Dalam kunjungannya di Desa Mojorejo, Mentan Amran juga sekaligus menyerahkan bantuan sebanyak 20 dryer dengan kapasitas 10 ton per 8 jam. Selain itu, memberikan bantuan 10 unit traktor roda empat dan sebanyak 5 unit corn harvester.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini