Pasokan Air Bersih dari PDAM ke Bandara Soekarno - Hatta Dihentikan

Penghentian sementara itu dikarenakan ada perbaikan jaringan interkoneksi pipa pada instalasi pengelolaan air di kawasan Cikokol, Tangerang.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Pasokan Air Bersih dari PDAM ke Bandara Soekarno - Hatta Dihentikan
Suasana di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Selasa (12/2). [ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal]

Suara.com - Pasokan air bersih dasri PDAM Tirta Kerta Raharja ke Bandara Soekarno - Hatta dihentikan sementara. Pasokan air bersih itu dikirimkan dari BUMD Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten.

Penghentian sementara itu dikarenakan ada perbaikan jaringan interkoneksi pipa pada instalasi pengelolaan air di kawasan Cikokol, Tangerang.

"Ini karena ada pekerjaan interkoneksi jaringan pipa pada instalasi pengolahan air (IPA) di Cikokol," kata Kepada Humas PDAM TKR, Samsudin Sidik di Tangerang, Rabu (13/2/2019).

Samsudin mengatakan alasan lain pengentian penyaluran air bersih tersebut karena relokasi jaringan pipa distribusi. Dia menyebutkan penghentian itu tidak hanya ke bandara melainkan kepada pelanggan yang tersebar di Kota dan Kabupaten Tangerang.

Para pelanggan yang berada di Kota Tangerang seperti di Kecamatan Karawaci, Periuk, Cibodas, Neglasari, Benda, Batu Ceper, Jatiuwung, Pinang dan Kecamatan Tangerang untuk dapat mengantisipasi menampung air pada bak yang disediakan.

Menurut dia, pelanggan terdampak perbaikan jaringan juga di Kabupaten Tangerang meliputi Kecamatan Kelapa Dua, Curug dan Pasar Kemis.

Namun penghentian aliran air dilakukan selama pekerjaan berlangsung dan diperkirakan enam jam mulai pukul 21 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

"Penghentian itu hanya berlaku dua hari yakni Rabu (13/2) dan Kamis (14/2), setelah itu beroperasi seperti biasa," kata Samsudin yang biasa disapa Haji Endu itu.

Dia mengharapkan agar pelanggan dapat maklum dan melakukan upaya menampung air dengan bak karena debitnya terbatas.

Menyangkut pengiriman air ke bandara terbesar di Indonesia itu, pihaknya telah menyampaikan kepada manajemen untuk mengantisipasi. Dia menambahkan perkiraan waktu dapat saja bertambah, artinya dapat saja melebihi dari enam jam selama dua hari itu.

Pihaknya mengimbau kepada pelanggan untuk menampung air agar tidak terjadi kekurangan air ketika dibutuhkan.

Padahal sebelumnya, PDAM TKR optimistis target sebanyak 280.000 pelanggan tercapai hingga tahun 2023, tapi saat ini sebanyak 144.000 pelanggan dengan laba mencapai Rp79 miliar. (Antara)

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini