Fadli Zon Tak Mau Minta Maaf ke Mbah Moen, Ketum PPP: Sekarepmu Lah!

Puisi Fadli Zon yang berjudul 'Doa yang Tertukar' sempat tuai kontroversial.

Suara.Com
Dwi Bowo Raharjo | Muhammad Yasir
Fadli Zon Tak Mau Minta Maaf ke Mbah Moen, Ketum PPP: Sekarepmu Lah!
Fadli Zon. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Rohmahurmuziy enggan menanggapi sikap Fadli Zon yang tidak mau meminta maaf kepada Kiai Maimun Zubair alias Mbah Moen . Fadli Zon menolak minta maaf kepada Mbah Moen terkait puisi ' Doa yang Tertukar ' yang dinilai sebagian orang telah menyindir Ketua Majelis Syariah PPP tersebut.

Politikus yang akrab disapa Romy ini nampak tak mempersoalakan langkah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu yang menolak minta maaf. Romy hanya mengatakan terserah Fadli Zon mau mengakui atau tidak kesalahannya itu.

"Kalau saya sekarepmu lah (Fadli Zon)," tutur Romi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Sebelumnya, Yenny Wahid , putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid turut angkat bicara terkait sikap Fadli Zon yang enggan meminta maaf kepada Mbah Moen. Yenny menilai sikap tersebut justru akan merugikan Fadli Zon sendiri.

Yenny mengatakan meskipun tidak secara eksplisit puisi 'Doa yang Tertukar' itu ditujukan kepada Mbah Moen, namun sebagian publik berkata lain. Yenny mengungkapkan opini publik justru menyimpulkan kalau puisi 'Doa yang Tertukar' yang dibuat Fadli Zon itu ditujukan kepada Mbah Moen.

"Kalau kemudian publik menganggap yang dilakukan adalah sebuah tindakan suul adab (etika buruk) pasti akan ada konsekuensi. Hanya itu saja yang bisa saya katakan," kata Yenny.

Sejumlah kalangan santri sebelumnya juga sempat menuntut Fadli Zon untuk meminta maaf lantaran puisi 'Doa yang Tertukar' yang dibuatnya dinilai telah menyindir Mbah Moen. Namun, Fadli Zon enggan meminta maaf karena tidak merasa kalau puisi yang ditulisnya itu ditujukan untuk Mbah Moen.

Fadli Zon mengaku sangat menghormati Mbah Moen sebagai ulama. Fadli Zon lantas meminta agar puisi 'Doa yang Tertukar' tidak dipolitisasi.

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini