Sabtu, 16 Februari 2019

Dewan Syariah Demonstrasi Aksi Bela Slamet Maarif yang Jadi Tersangka

Mereka setelah doa bersama langsung membubarkan diri pulang dengan tertib.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Dewan Syariah Demonstrasi Aksi Bela Slamet Maarif yang Jadi Tersangka
Juru Bicara FPI Slamet Ma'arif. (suara.com/Agung Shandy Lesmana)

Suara.com - Puluhan orang tergabung Dewan Syariah Kota Surakarta atau DSKS demonstrasi melakukan aksi bela Slamet Maarif yang merupakan Ketua Umum Persaudarana Alumni atau PA 212 . Slamet Maarif menjadi tersangka kasus pidana pemilu.

Demonstrasi Aksi Bela Slamet Maarif dilakukan di depan Mapolres Kota Surakarta, Rabu (13/2/2019). Pengunjuk rasa memanfaatkan truk terbuka lengkap dengan pengeras suara tersebut menyatakan sebagai bentuk membela Slamet Maarif yang ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana Pemilu.

Pengunjuk rasa Aksi Bela Slamet Maarif berjumlah sekitar 50-an orang. Mereka tidak diizinkan berdemo Aksi Bela Slamet Maarif karena ada pemberitahuan sebelumnya ada siswa SMA Negeri IV Surakarta, yang lokasinya seberang Mapolresta sedang ada ujian sekolah.

Pengunjuk rasa juga membawa spanduk bertuliskan 'Stop Kriminalisasi Ulama' dan 'Hati-hati Daging Ulama Itu Beracun'. Setelah membacakan tuntutan tanpa pengeras suara, kemudian dilanjutkan doa bersama.

Mereka setelah doa bersama langsung membubarkan diri pulang dengan tertib.

Edi Lukito selaku koordinator aksi mengatakan, pihaknya menuntut kepolisian agar Slamet dibebaskan dari tuntutan tindak pidana Pemilu.

"Polisi harus adil dan tidak membeda-bedakan orang dalam penyelidikan," katanya.

Edi mengatakan, Aksi Bela Slamet Maarif memang sengaja tidak menggunakan pengeras suara karena para siswa SMA Negeri IV Surakarta sedang ada ujian sekolah.

Menurut Wakil Kepala SMAN IV Surakarta Bidang Kesiswaan, Nanang Inwanto, sekolah sedang melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS). Ujian sekolah dilaksanakan hingga tanggal 22 Februari mendatang.

Selain itu, pihaknya juga telah memasang spanduk pengumuman di depan sekolah yakni "Harap Tenang Ada Ujian", sehingga masyarakat diharapkan dapat saling menghormati. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini