Prabowo Akan Diawasi Bawaslu saat Salat Jumat di Masjid Kauman

Calon Presiden Prabowo Subianto dicurigai mempolitisasi masjid saat salat Jumat di Masjid Kauman.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana
Prabowo Akan Diawasi Bawaslu saat Salat Jumat di Masjid Kauman
Capres nomor ururt 02 Prabowo Subianto di acara ulang tahun ke-20 FSPMI. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Prabowo akan diawasi Bawaslu saat salat Jumat di Masjid Kauman. Calon Presiden Prabowo Subianto dicurigai mempolitisasi masjid saat salat Jumat di Masjid Kauman.

Hal itu dinyatakan Ketua Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Hanief Ismail. Hanief Ismail menjelaskan sudah melaporkan Prabowo ke Bawaslu soal rencananya salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019). Hanief Ismail mencurigai Prabowo mau politisasi kegiatan ibadah salat Jumat.

"Apakah Bawaslu melarang atau tidak kegiatan tersebut, kami menunggu respons dari Bawaslu. Tapi katanya, mereka akan mengirim pengawas. Kami hanya keberatan jika kegiatan itu dipolitisasi," kata Hanief Ismail saat dihubungi.

Prabowo disebut menyebar pamflet yang isinya ajakan untuk ikut salat Jumat bersama. Pengelola Masjid Agung Semarang mengadukan rencana Prabowo salat Jumat di Masjid Kauman Semarang ke Bawaslu Kota Semarang.

"Kami mendapati pamflet yang berisi ajakan salat Jumat bersama capres Prabowo Subianto. Ini tidak benar karena hendak mempolitisasi kegiatan ibadah salat Jumat," kata Hanief.

Ribuan pamflet tersebar, termasuk ditempel di kampus-kampus dan masjid maupun musala se-Kota Semarang. Pamflet dan undangan mengikuti salat Jumat bersama Prabowo Subianto itu, juga viral di media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

Berdasarkan informasi yang diterima Hanief Ismail, pihak Bawaslu Kota Semarang akan mengawasi kegiatan capres Prabowo Subianto menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang.

Masjid Kauman Semarang merupakan masjid tertua di Kota Semarang, kini menjadi cagar budaya dan menjadi kebanggaan warga Semarang, berlokasi di alun-alun (pusat kota), berdekatan dengan pusat pemerintahan dan pusat perdagangan (Pasar Johar).

Masjid ini menjadi satu-satunya masjid di Tanah Air, yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia, hanya beberapa saat setelah Dwi Tunggal Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini