MUI: Seharusnya Hari Kasih Sayang Bukan Sehari, Tapi Setahun

Masyarakat Indonesia seharusnya meluapkan kasih sayang terhadap sesama manusia setiap hari.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio
MUI: Seharusnya Hari Kasih Sayang Bukan Sehari, Tapi Setahun
Kencan di Hari Valentine. (Shutterstock)

Suara.com - Majelis Ulama Indonesia atau MUI menilai perayaan Hari Kasih Sayang atau Hari Valentine seharusnya dirayakan 365 hari setiap tahunya. Valentine yang dimaksud, bagaimana sesama manusia saling mengasihi.

Hari Kasih sayang semacam Valentine, menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Anwar Abbas bukan hanya di tanggal 14 Februari saja. Masyarakat Indonesia seharusnya meluapkan kasih sayang terhadap sesama manusia setiap hari.

"Kalau valentine itu kan hanya satu kan ya, kalau bagi MUI itu 365 hari, setahun. Setiap hari itu orang Islam harus membina dan menjalin kasih sayang dengan sesama, bukan percintaan maksudnya ya, harus sepanjang hari" kata Anwar Abbas saat dihubungi Suara.com, Kamis (14/2/2019).

Tokoh Muhammadiyah itu menambahkan hal ini juga berlaku untuk semua pemeluk agama di Indonesia, tak hanya umat Muslim saja. Semangat ini dinilainya sejalan dengan gerakan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Ya rasa tidak hanya orang Islam ya, semua warga negara Indonesia itu menurut saya kalau kata Pak Jokowi kan kita bisa melakukan revolusi mental, artinya kita harus menjadi bangsa yang berakhlak, bermoral, dan beradab," terangnya.

Seperti diketahui, polemik perayaan hari valentine masih menjadi perdebatan di masyarakat Indonesia.

Ssebagian menilai perayaan sah-sah saja sebagai bentuk kasih sayang dengan sesama, namun sebagian juga menilai valentine eray kaitannya dengan maksiat dan foya-foya semata.

Komentar

Baca Juga

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini