Terbentur Saat KA 1722 Anjlok, Masinis Yakub Agung Alami Trauma

Trauma terjadi karena terbentur saat KA 1722 anjlok, kini masih dalam penanganan dokter.

Suara.Com
RR Ukirsari Manggalani | Novian Ardiansyah
Terbentur Saat KA 1722 Anjlok, Masinis Yakub Agung Alami Trauma
Sejumlah petugas masih berupaya mengevakuasi KRL yang anjlok di daerah Kebon Pedes, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019) malam. [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Vice President Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI), Eva Chairunisa mengatakan Yakub Agung (31) masinis KA 1722 mengalami trauma. Yakub Agung juga menderita luka akibat benturan ringan saat kereta yang dikendarainya anjlok di perlintasan daerah Kebon Pedes, Bogor.

Eva Chairunisa berujar, untuk kesehatan fisiik Yakub Agung hingga kini masih dalam pemeriksaan oleh dokter.

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menjenguk Masinis KA 1722 Yakub Agung di RS Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). [Suara.com/Rambiga]
Dirut PT KAI Edi Sukmoro menjenguk Masinis KA 1722 Yakub Agung di RS Salak, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). [Suara.com/Rambiga]

"Untuk masinis kalau yang kami lihat secara fisik, dia tidak mengalami luka yang terlalu banyak, artinya benar-benar luka ringan, hanya saja mungkin masih trauma, ya kira-kira seperti itu. Dia tidak mengalami benturan yang kuat, kondisi sekarang lebih ke trauma dan sekarang masih diobservasi dan dari crew KAI," ujar Eva Chairunisa di Kebon Pedes, Minggu (10/3/2019).

Lebih jauh, Eva Chairunisa mengatakan, untuk saat ini Yakub Agung masih belum bisa menceritakan kronologis detik-detik KA 1722 anjlok. PT KCI hingga kini pun belum bisa memastikan penyebab peristiwa nahas itu.

"Belum, belum. nanti akan diceritakan pada saat proses-proses investigasi dilakukan. Kalau kami yang ada di lapangan, fokus dari sarana parasarana, fokus kepada evakuasi serta normalkan kembali sehingga Senin pagi bisa dioperasikan kembali," kata Eva Chairunisa.

Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyebut bahwa Yakub Agung, masinis yang mengalami luka akibat anjloknya KRL di daerah Kebon Pedes, Kota Bogor sudah bekerja selama sembilan tahun.

"Masinisnya masih muda. Namun dia sudah bergabung KAI sejak 2009 jadi dengan kami sudah 9 - 10 tahun," kata Edi Sukmoro, di RS Salak Bogor, Minggu (10/3/2019).

Edi Sukmoro menambahkan, kondisi kesehatan Yakub Agung sudah mulai membaik. Namun, sang masinis itu belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut terkait anjloknya kereta karena masih dalam kondisi trauma.

"Masinis nggak ada masalah, bisa komunikasi. Mungkin butuh waktu untuk penanganan dari dokter untuk atasi shock-nya. Saya tidak banyak pertanyaan, hanya menanyakan berapa lama gabung," tambahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini