Soal Siti Aisyah, Fadli Zon: Harusnya Lobi Mahathir, Agar Tak Terlalu Jujur

Fadli menyindir pemerintah telah kecolongan dan tidak melobi Mahathir terlebih dahulu agar tidak berkata terlalu jujur. Sehingga skenario kebohongan menjadi terbongkar.

Suara.Com
Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara
Soal Siti Aisyah, Fadli Zon: Harusnya Lobi Mahathir, Agar Tak Terlalu Jujur
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad saat kunjungan kenegaraan di beranda Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon melontarkan sindiran terkait pembebasan Siti Aisyah. Menurut Fadli seharusnya pemerintah Jokowi melobi Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad agar tidak terlalu jujur.

Sindiran itu diutarakan oleh Fadli menyusul klaim Pemerintah Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut bebasnya Siti Aisyah berkat lobi yag dilakukan Indonesia kepada Malaysia. Namun, Mahathir justru memberikan pernyataan yang bertolak belakang, ia tidak mengetahui adanya lobi terkait pembebasan Siti Aisyah.

Melalui akun Twitter @fadlizon, Fadli menyindir pemerintah telah kecolongan dan tidak melobi Mahathir terlebih dahulu agar tidak berkata terlalu jujur. Sehingga skenario kebohongan menjadi terbongkar.

Harusnya ada yg melobi PM Mahathir agar jangan bicara terlalu jujur apa adanya. Merusak scenario ‘kepahlawanan’ membebaskan Siti Aisyah,” cuit Fadli seperti dikutip Suara.com, Rabu (13/3/2019).

Fadli sendiri mengaku malu membaca pernyataan Mahathir yang tidak mengetahui adanya lobi Indonesia dengan Malaysia untuk membebaskan Siti Aisyah. Ia menilai pemerintah Jokowi terlalu cepat mengklaim keberhasilan, padahal masih ada banyak masalah soal WNI yang tak terselesaikan.

cuitan Fadli Zon soal pembebasan Siti Aiysah (Twitter)
cuitan Fadli Zon soal pembebasan Siti Aiysah (Twitter)

Kalau baca komentar Mahathir jadi malu. Begitu ada keberhasilan langsung klaim. Tapi masih ada banyak masalah tak terselesaikan soal WNI di luar negeri,” ungkap Fadli.

Sebelumnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyampaikan bahwa ada tiga alasan utama Siti Aisyah dibebaskan dari dakwaan kasus pembunuhan Kim Jong Nam. Pihak Malaysia tidak memiliki bukti cukup kuat untuk bisa mengadili Siti Aisyah.

Tak hanya itu, Yasonna juga mengklaim seringkali melakukan koordinasi dengan Malaysia dan meminta agar Siti Aisyah dibebaskan. Berbagai lobi yang dilancarkan pun akhirnya berhasil.

“Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. Bapak Presiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Ini proses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negara sesuai Nawa Cita,” kata Yasonna.

Sementara itu, PM Malaysia Mahathir Mohamad mengakui tidak tahu menahu mengenai lobi yang dimaksud. Mahathir meyakini pembebasan Siti Aisyah murni atas putusan pengadilan yang membebaskan Siti Aisyah dari dakwaan pembunuhan Kim Jong Nam, saudara tiri pimpinan Korea Utara Kim Jong Un.

“Saya tidam memiliki informasi (tentang lobi). Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dan kemudian dipulangkan. Jadi, itu adalah proses yang sesuai hukum,” ujar Mahathir.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait

Terpopuler

Terkini